Mentok, Asaru Online — Ketua PSSI Bangka Barat Allani, S.E. menegaskan komitmennya membangun kembali kekuatan sepak bola daerah dengan fokus pada dua hal utama: menyehatkan organisasi dan memperkuat tim berbasis pemain lokal untuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Menurut Allani, langkah awal yang dilakukan kepengurusan baru adalah memperbaiki tata kelola organisasi agar program pembinaan sepak bola berjalan lebih jelas, terarah, dan profesional.
“Yang pertama tentu kita menyehatkan organisasi. Struktur organisasi harus lebih baik dari sebelumnya agar semua program pembinaan berjalan dengan jelas dan terarah,” kata Allani saat diwawancarai via telepon, Rabu (11/3/2026).
Selain pembenahan internal, PSSI Bangka Barat juga mulai mempersiapkan tim yang akan berlaga di Porprov melalui serangkaian seleksi pemain muda di berbagai kecamatan.
Seleksi digelar dalam tiga tahap dan menjangkau hampir seluruh wilayah Bangka Barat. Tahap pertama dilaksanakan di Kecamatan Kelapa dan Tempilang. Tahap kedua berlangsung di Mentok dan Simpang Teritip. Sementara tahap ketiga digelar di Jebus dan Parit Tiga.
Dari proses tersebut, PSSI Bangka Barat berhasil menjaring 45 pemain muda dari berbagai desa dan kecamatan. Namun jumlah itu masih akan disaring kembali hingga tersisa 23 pemain terbaik yang akan memperkuat tim Bangka Barat di Porprov.
“Dari 45 pemain itu nanti akan kita kerucutkan lagi menjadi 23 pemain yang benar-benar siap memperkuat Bangka Barat,” ujarnya.
Allani menegaskan, PSSI Bangka Barat memprioritaskan pemain lokal sebagai kekuatan utama tim. Menurutnya, potensi anak-anak daerah harus menjadi fondasi utama kebangkitan sepak bola Bangka Barat.
“Prioritas kita pemain lokal. Kita tidak mencari pemain dari luar daerah. Anak-anak Bangka Barat sendiri yang harus menjadi kekuatan utama,” tegasnya.
Kebijakan serupa juga diterapkan dalam pemilihan pelatih. PSSI Bangka Barat mempercayakan posisi pelatih kepada putra daerah yang dinilai memahami karakter pemain dan kultur sepak bola setempat.
Untuk memastikan proses seleksi berjalan objektif, PSSI Bangka Barat menunjuk tim seleksi yang terdiri dari Abu Hanifah sebagai ketua, serta Iwan dan Heri sebagai anggota.
Tim ini bertugas menilai kemampuan teknis, mental bertanding, serta potensi para pemain yang akan menjadi tulang punggung tim Bangka Barat.
Allani menyadari membangun sepak bola daerah bukan pekerjaan mudah. Karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan tim untuk menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan.
Ia juga memperkenalkan semangat “BERGEMA” sebagai motivasi bagi keluarga besar PSSI Bangka Barat.
“BERGEMA itu artinya Bergerak, Bersatu, dan Bergerak Maju. Saya berharap seluruh tim PSSI Bangka Barat bisa bergerak bersama, bersatu, dan terus maju,” ujarnya.
Allani berharap langkah pembenahan organisasi dan pembinaan pemain lokal ini dapat mengembalikan kejayaan sepak bola Bangka Barat, sekaligus membawa tim daerah itu tampil maksimal di Porprov mendatang. (*)














