Captian : Foto bersama peserta UKW Utama dan para penguji, Senin (15/12).
Jakarta, Asatu Online— Di tengah kesibukannya merampungkan studi Magister Hukum, Rukmana, jurnalis media Sudut Pandang, dinyatakan kompeten sebagai wartawan tingkat utama dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang difasilitasi Dewan Pers di Jakarta, Jumat–Sabtu (12–13/12/2025).
Dalam keterangannya, Senin (15/12/2025), Rukmana mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Dari total 36 peserta yang mengikuti UKW, ia dinyatakan kompeten setelah melalui serangkaian penilaian yang ketat.
Para peserta berasal dari berbagai organisasi dan lembaga uji, yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), serta Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama).
Rukmana dikenal luas di kalangan jurnalis nasional sebagai sosok yang aktif membangun jejaring dan diskursus pers. Ia juga merupakan teman akrab Pemimpin Redaksi Asatu Online serta rekan sesama wartawan yang pernah berangkat bersama ke Taiwan dalam rangka memenuhi undangan Presiden Taiwan pada Februari 2024 lalu, sebuah kunjungan yang memperkuat relasi media internasional dan pertukaran perspektif kebebasan pers.
Rukmana turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dewan Pers dan PWI. Secara khusus, ia mengucapkan terima kasih kepada Direktur Lembaga Uji Kompetensi (LUK) PWI, Aat Surya Safaat, yang dinilainya objektif dan profesional dalam melakukan penilaian terhadap peserta UKW.
Menurut Rukmana, latar belakang Aat Surya Safaat sebagai Direktur Pemberitaan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA serta mantan Kepala Biro ANTARA New York menjadi modal penting dalam menjalankan peran sebagai penguji.
“Penilaian dilakukan sangat detail. Mulai dari penggunaan titik, koma, dan kata sambung sesuai KBBI, semuanya diperhatikan. Terlebih untuk jenjang UKW Utama, aspek rapat redaksi, analisis pemberitaan, penerapan kode etik jurnalistik, penulisan tajuk rencana, serta unsur-unsur lainnya dicermati secara mendalam oleh Pak Aat,” ujar jurnalis asal Bandung yang mengawali kariernya di salah satu media komunitas di Kalimantan Barat pada 2006 silam.
UKW Dewan Pers
Wartawan yang akrab disapa Ade itu menambahkan, proses UKW menjadi pengalaman berharga sekaligus pengingat bahwa profesi wartawan menuntut ketelitian, kedalaman analisis, serta komitmen kuat terhadap etika jurnalistik.
Ia berpandangan, UKW yang difasilitasi Dewan Pers bersama lembaga uji merupakan instrumen penting untuk memastikan wartawan memiliki kompetensi, integritas, dan profesionalisme sesuai standar yang ditetapkan.
“Hal terpenting dari UKW adalah implementasi penerapan kode etik jurnalistik. UKW bukan sekadar tes pengetahuan, tetapi menguji pemahaman mendalam dan kepatuhan wartawan terhadap standar perilaku profesional—objektivitas, kejujuran, kebenaran, serta penghormatan terhadap privasi dan martabat manusia—yang menjadi landasan membangun kepercayaan publik dan menjaga integritas profesi jurnalis di tengah berbagai tantangan,” terang Ade, yang saat ini menjabat Ketua Bidang Hukum Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Pusat.
Ucapan selamat atas pencapaian tersebut datang dari berbagai kalangan. Pemimpin Redaksi Asatu Online, Suherman Saleh yang biasa disapa Bang Herman, turut mengapresiasi kelulusan Rukmana dalam UKW jenjang Wartawan Utama.
Bang Herman menilai capaian tersebut menjadi bukti konsistensi dan dedikasi Rukmana dalam menjaga profesionalisme jurnalistik di tengah dinamika industri media.
“Selamat kepada Rukmana. Kelulusan UKW Wartawan Utama ini menunjukkan komitmen kuat terhadap kualitas, etika, dan tanggung jawab profesi wartawan,” kata Suherman.
Selain Bang Herman, ucapan selamat juga disampaikan Humas Taipei Economic and Trade Office (TETO), Mepi Lin.
“Selamat untuk Mas Ade yang lulus dengan hasil sangat memuaskan,” ujarnya. (*)














