Bekasi  

Wisata Hutan Bambu Bekasi Kian Sepi, Pedagang Minta Perhatian Serius dari Pemerintah

oplus_2

Bekasi, Asatu Online – Suasana lengang kini menyelimuti kawasan Wisata Alam Hutan Bambu di RT 04/RW 026 Margahayu, Bekasi Timur. Objek wisata yang sempat menjadi kebanggaan warga sejak berdiri pada 2018 itu, kini nyaris kehilangan pesonanya. Jumlah pengunjung menurun drastis, meninggalkan deretan warung dan spot foto yang dulu ramai dikunjungi wisatawan lokal.

Tempat wisata yang dikenal dengan rindangnya pepohonan bambu dan jembatan gantung hutan bambu Kota Bekasi ini dulunya menjadi destinasi favorit warga sekitar. Di atas lahan seluas 1.000 meter persegi, pengunjung dapat menikmati udara sejuk, alunan musik dangdut, serta kuliner khas rakyat seperti kopi, jajanan pasar, dan gorengan yang dijajakan pedagang lokal.

Namun, kini pemandangan itu berubah. Salah satu pedagang, Mba Ade, pemilik Warung Mba Ade yang telah berjualan sejak awal berdirinya wisata tersebut, mengaku penghasilannya anjlok tajam.

“Sekarang pengunjung jauh berkurang, omzet turun drastis. Dulu ramai sekali, apalagi saat akhir pekan,” ungkapnya kepada wartawan, Minggu (12/10/2025).

Menurutnya, penurunan ini terjadi seiring munculnya berbagai tempat wisata alam baru di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Persaingan semakin ketat, sementara Wisata Hutan Bambu tak banyak mengalami pembenahan. Padahal, daya tarik seperti jembatan gantung dan wisata perahu sempat menjadi ikon yang unik dan diminati banyak pengunjung.

Mba Ade berharap Pemerintah Kota Bekasi tidak menutup mata terhadap potensi wisata lokal ini.“Kalau ada dukungan dari pemerintah, promosi atau perbaikan fasilitas mungkin wisata alam hutan Bambu bisa ramai lagi. Sayang kalau tempat sebagus ini dibiarkan sepi,” ujarnya penuh harap.

Kini, kawasan yang dahulu menjadi tempat berkumpul keluarga dan komunitas warga itu perlahan kehilangan gaungnya. Para pedagang dan pengelola menantikan langkah konkret dari Pemkot Bekasi untuk menghidupkan kembali Wisata Hutan Bambu – agar tetap menjadi paru-paru hijau kota sekaligus tempat rekreasi murah meriah bagi masyarakat urban yang rindu akan suasana alam. (*)

Penulis: WahyuEditor: Wid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *