Bekali Relawan SPPG di Pangkalpinang, Dorong Pangan Sehat Lewat Layanan MBG  

Caption : Roy Marjuk saat memberikan pembekalan kepada SPPG di Grand Hotel Melinium, Rabu (17/9/2025).

Pangkalpinang, Asatu Online– Semangat baru untuk menghadirkan layanan pangan sehat terus digaungkan. Puluhan calon relawan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Air Kepala Tujuh–Kecamatan Garunggang, Kota Pangkalpinang mendapat pembekalan khusus di Grand Hotel Millennium, Rabu (17/9/2025).

Kegiatan ini mengusung tajuk “Kolaborasi Mewujudkan Pangan Sehat dan Aman dalam Layanan MBG”. Para relawan disiapkan sebagai garda terdepan dalam mendukung program MBG (Menuju Bangka Sehat Gizi), sebuah inisiatif untuk memastikan ketersediaan pangan sehat dan aman bagi masyarakat.

Materi utama disampaikan oleh Roy Marjuk, Ketua Umum Yayasan Nusantara Alam Abadi. Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan relawan terletak pada kedisiplinan dan kerja sama yang solid.

“Kedisiplinan kerja sangat penting. Relawan SPPG juga harus peduli dan saling bekerja sama untuk mewujudkan pangan sehat dan aman dalam layanan MBG,” tegas Roy dalam pemaparannya.

Roy menilai tantangan di lapangan tidaklah ringan. Masalah keterbatasan fasilitas, minimnya pengetahuan masyarakat soal pangan sehat, hingga distribusi yang kerap tersendat menjadi pekerjaan besar yang harus dihadapi.

Karena itu, lanjut Roy, relawan tidak boleh hanya menjadi pelengkap. Mereka harus menjadi motor penggerak yang menghubungkan program dengan masyarakat. “Tanpa peran relawan, layanan MBG tidak akan maksimal,” ucapnya.

Pembekalan ini tak hanya berisi paparan teori. Para relawan juga dilibatkan dalam simulasi lapangan, seperti pola kerja kolektif, strategi sosialisasi ke masyarakat, hingga cara mengatasi kendala teknis di lokasi.

Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Beberapa peserta aktif bertanya mengenai metode pendekatan ke warga desa yang masih awam dengan konsep pangan sehat.

“Kami butuh cara yang tepat agar masyarakat mudah menerima informasi, tidak hanya lewat teori,” kata salah seorang calon relawan.

Roy berharap, selepas pembekalan, para relawan mampu menjadi agen perubahan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Relawan diharapkan hadir untuk memastikan akses pangan sehat menjangkau setiap keluarga.

Ke depan, pihaknya juga akan menggandeng pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan komunitas lokal. Langkah itu diyakini bisa memperkuat gerakan pangan sehat di Bangka Belitung.

Roy menambahkan, relawan perlu memiliki mentalitas tangguh karena akan berhadapan langsung dengan masyarakat yang beragam latar belakangnya. “Relawan harus bisa menyesuaikan diri dengan kondisi di lapangan. Tidak boleh mudah menyerah, apalagi mengedepankan kepentingan pribadi. Semua harus untuk masyarakat,” tegasnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penguatan kapasitas relawan SPPG di Pangkalpinang. Setelah Air Kepala Tujuh–Garunggang, agenda serupa akan digelar di wilayah lain di Bangka Belitung.

Dengan semangat kolaborasi, Roy optimistis gerakan pangan sehat berbasis relawan ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain.

“Kami ingin relawan menjadi bagian penting dalam perubahan. Kalau relawan kuat, maka pangan sehat dan aman bisa kita wujudkan bersama,” tutup Roy. **

Penulis: Yn

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *