Pangkalpinang, Asatu Online– Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat adat Mapur tetap teguh memegang nilai-nilai leluhur. Semangat ini kini mendapatkan ruang baru melalui pembangunan Kampung Adat Gebong Memarong di Dusun Air Abik, Desa Gunung Muda, Kabupaten Bangka, yang digagas bersama PT Timah Tbk.
Sejak berdiri pada 2022, Kampung Adat Gebong Memarong berkembang menjadi destinasi wisata edukasi budaya yang ramai dikunjungi pelajar, mahasiswa, dan wisatawan. Hingga tahun 2025, jumlah kunjungan pelajar generasi muda telah menembus 2.000 orang.
Dukungan PT Timah tak hanya sebatas pembangunan fisik. Perusahaan juga membekali masyarakat adat dengan keterampilan mengelola kampung adat secara mandiri dan berkelanjutan. Melalui pelatihan membatik, pemandu wisata, decoupage, hingga dukungan pada tradisi Nuju Jerami, masyarakat Mapur dipersiapkan menjadi subjek utama dalam pelestarian budaya.
Departement Head Corporate Communication PT Timah, Anggi Siahaan, menegaskan pelestarian budaya dan kearifan lokal merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan. “Masyarakat adat adalah penjaga tradisi dan pelaku utama pelestarian kearifan lokal,” ujarnya.
Ketua Harian Lembaga Adat Mapur, Asih Harmoko, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PT Timah mendampingi mereka. “Semoga PT Timah terus sukses dan mendukung pelestarian adat budaya, tidak hanya di Mapur, tetapi juga di wilayah lainnya,” harapnya.
Kini, Gebong Memarong tak sekadar deretan rumah adat, melainkan simbol bahwa kemajuan dan tradisi dapat berjalan beriringan.















