Aceh, Asatu Online – Menjelang detik-detik terakhir penutupan pendaftaran calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Aceh Besar untuk Konferensi Cabang (Konfercab) II, Jufrizal, yang telah memimpin organisasi ini selama periode sebelumnya, resmi mendaftarkan dirinya kembali untuk memimpin PWI Aceh Besar di masa depan.
Pada Senin, 28 Juli 2025, pendaftaran yang dilakukan Jufrizal disambut dengan penuh antusias oleh sejumlah anggota dan pengurus PWI yang turut hadir sebagai bentuk dukungan moral dan politik. Proses pendaftaran berlangsung di kantor sekretariat PWI Aceh Besar, di mana Jufrizal menyerahkan berkas pencalonan lengkap dengan dokumen persyaratan yang telah ditentukan oleh panitia.
“Saya tidak memutuskan untuk maju hanya karena ingin mendapatkan jabatan. Ini adalah langkah yang saya ambil setelah mempertimbangkan berbagai masukan dan dukungan dari rekan-rekan. Ini adalah tentang menjaga marwah organisasi dan memastikan bahwa PWI Aceh Besar tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga profesionalisme wartawan,” ujar Jufrizal, dengan tegas.
Sebagai Ketua PWI Aceh Besar pada periode sebelumnya, Jufrizal dikenal sebagai sosok yang progresif. Ia tidak hanya fokus pada penguatan internal organisasi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas wartawan melalui berbagai pelatihan, seminar, dan workshop yang relevan dengan perkembangan dunia jurnalistik. Jufrizal berhasil menjalin kemitraan strategis dengan berbagai instansi pemerintah, swasta, serta organisasi masyarakat untuk mendukung kegiatan-kegiatan yang memperkuat keberadaan PWI di tengah masyarakat.
Dalam pidatonya, Jufrizal menambahkan, “Organisasi ini bukan sekadar wadah bagi wartawan, tetapi juga merupakan tempat bagi kita untuk terus berinovasi, menjaga integritas, dan mengasah kemampuan agar dapat menghadapi tantangan industri media yang semakin kompetitif.”
Ketua Panitia Konfercab PWI Aceh Besar, Azhari Usman, mengungkapkan bahwa masa pendaftaran calon ketua telah dibuka sejak Jumat, 16 Juli 2025, pukul 16.00 WIB, dan akan ditutup pada Senin, 28 Juli 2025, pukul 23.59 WIB. Konfercab PWI Aceh Besar akan digelar pada 30 Juli 2025 dengan agenda utama memilih kepengurusan baru untuk periode mendatang. Azhari berharap proses ini berlangsung dengan transparan dan objektif, serta menghasilkan pemimpin yang memiliki visi dan kapasitas untuk membawa organisasi menuju kemajuan.
“Konfercab kali ini bukan sekadar pemilihan ketua, tetapi juga merupakan ajang konsolidasi internal PWI Aceh Besar. Kami berharap proses demokratis ini dapat menghasilkan pemimpin yang siap menghadapi tantangan besar di era media digital ini,” jelas Azhari.
Jufrizal menegaskan bahwa kepemimpinan di PWI Aceh Besar bukan hanya soal mengisi jabatan, tetapi lebih kepada komitmen untuk memperjuangkan kesejahteraan anggota, menjaga etika jurnalistik, serta memperkuat peran media dalam pembangunan daerah. Ia percaya bahwa untuk mempertahankan relevansi organisasi, PWI harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang mempengaruhi cara kerja wartawan.
“Media massa tidak lagi hanya melalui saluran tradisional. Digitalisasi telah mengubah segalanya. PWI harus hadir di tengah perubahan ini, mendampingi anggotanya untuk siap dengan segala tantangan yang ada, baik dalam hal kompetensi maupun dalam mengelola etika jurnalistik,” tambahnya.
Selama masa kepemimpinannya sebelumnya, Jufrizal berhasil memperkenalkan berbagai inovasi yang meningkatkan kapasitas wartawan di Aceh Besar. Ia juga memperkuat hubungan dengan instansi pemerintah daerah serta dunia usaha, yang memberi akses kepada PWI untuk lebih banyak berkolaborasi dalam berbagai proyek dan program sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Tak hanya itu, Jufrizal juga aktif dalam meningkatkan keberagaman dan inklusivitas dalam organisasi. Ia meyakini bahwa kekuatan PWI terletak pada keberagaman ide dan perspektif, serta pentingnya menjalin kerja sama lintas sektor. Oleh karena itu, ia berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kerja PWI dan menjadikannya sebagai sumber daya utama dalam memperjuangkan hak-hak wartawan serta masyarakat.
Konfercab PWI Aceh Besar kali ini menjadi sangat penting karena tidak hanya akan menentukan kepemimpinan baru, tetapi juga menentukan arah organisasi untuk menghadapi berbagai tantangan yang lebih besar ke depan. Dunia media, yang semakin terfragmentasi dengan banyaknya platform digital, menuntut wartawan untuk semakin cerdas dan adaptif dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, di mana media sosial dan platform digital seringkali menjadi sumber utama informasi bagi masyarakat, PWI harus menjadi pilar yang menjamin kualitas dan akurasi informasi yang beredar. PWI Aceh Besar, menurut Jufrizal, harus menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya media yang profesional dan bertanggung jawab.
“Peran PWI bukan hanya untuk memperjuangkan hak-hak wartawan, tetapi juga untuk menjaga keberagaman informasi yang berkualitas. Di era digital seperti ini, kita harus bisa memastikan bahwa media tetap menjadi sumber informasi yang dapat dipercaya,” ujar Jufrizal dengan penuh keyakinan.
Azhari Usman menambahkan bahwa pemilihan ketua dalam Konfercab ini sangat penting untuk memastikan bahwa organisasi ini tetap relevan di tengah perkembangan pesat dunia jurnalistik. Ia berharap agar seluruh anggota PWI Aceh Besar dapat berpartisipasi aktif dalam proses pemilihan dan memberikan suara berdasarkan pertimbangan yang matang.
“Proses pemilihan ketua ini adalah kesempatan bagi kita semua untuk menentukan arah organisasi ke depan. Kami berharap anggota PWI dapat memilih pemimpin yang memiliki integritas, visi, dan komitmen terhadap pengembangan organisasi,” ujar Azhari.
Jufrizal mengajak seluruh anggota PWI Aceh Besar untuk bersatu dalam menghadapi tantangan yang ada. Ia menekankan pentingnya menjaga soliditas internal agar PWI Aceh Besar dapat terus berkembang dan menjadi lebih kuat. “Kita tidak hanya perlu menjadi lebih baik dalam kemampuan jurnalistik, tetapi juga lebih kuat dalam bersatu dan mendukung satu sama lain,” tandasnya.
Konfercab PWI Aceh Besar kali ini bukan hanya menjadi ajang pemilihan ketua, tetapi juga merupakan kesempatan bagi organisasi untuk mengevaluasi kinerja dan merumuskan strategi baru yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Selain itu, konfercab ini juga menjadi momentum untuk mempererat ikatan solidaritas antar wartawan, serta meningkatkan peran PWI dalam membangun ekosistem media yang sehat dan profesional di Aceh Besar.
Di akhir pembicaraannya, Jufrizal menyampaikan tekadnya untuk terus memperjuangkan hak-hak wartawan dan memastikan bahwa PWI Aceh Besar tetap menjadi rumah yang aman bagi semua wartawan yang ingin berkembang. Ia berharap agar, terlepas dari siapa yang akan terpilih, PWI Aceh Besar akan terus maju dan semakin dipercaya oleh masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk menjaga kualitas pemberitaan, Jufrizal yakin bahwa PWI Aceh Besar dapat menghadapi tantangan yang semakin besar di masa depan. Ia percaya bahwa dengan kepemimpinan yang solid dan kerjasama yang erat, organisasi ini dapat terus berkontribusi pada perkembangan media di Aceh Besar dan sekitarnya. (*)















