Sungailiat, KBA — Baca Buku, Jaga Bumi, Mulai dari Aksi Sederhana menjadi prinsip yang dipegang oleh mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Semester 6 Institut Pahlawan 12, yang sukses menggelar kegiatan “Pojok Literasi Hijau” pada 15 Juli 2025 di Hutan Kota Sungailiat, Kabupaten Bangka.
Kegiatan ini menjadi ruang alternatif yang memadukan dua aspek penting dalam kehidupan generasi muda saat ini, yakni literasi dan kepedulian terhadap lingkungan. Dengan konsep sederhana namun bermakna, rangkaian acara meliputi sesi storytelling buku, diskusi dan bedah buku bersama narasumber muda inspiratif, hingga kampanye membawa tumbler dan konsumsi pangan lokal sebagai upaya mengurangi sampah plastik. Para peserta juga diajak untuk menyumbangkan minimal satu buku yang akan didonasikan kepada komunitas yang membutuhkan.
Ade Helen Sukliza selaku moderator menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari kegelisahan terhadap rendahnya minat baca serta gaya hidup generasi muda yang dinilai belum sepenuhnya peduli terhadap lingkungan. “Kami ingin menghadirkan kegiatan yang membangun kesadaran bahwa menjaga bumi dan mengisi kepala bisa dilakukan secara bersamaan,” ujarnya.
Narasumber Septiar Andrilaransyah mengungkapkan kebanggaannya dapat terlibat dalam kegiatan ini. Ia berharap inisiatif serupa bisa dilanjutkan dan diadopsi oleh berbagai komunitas. “Literasi itu bukan hanya membaca, tapi tentang membangun daya nalar dan melawan hoaks. Saya sangat mengapresiasi gerakan kecil ini,” tuturnya.
Senada dengan itu, Nazhira Khansa sebagai narasumber sekaligus mahasiswa semester 4 menyampaikan pesan penting terkait konsistensi dalam belajar dan pengembangan diri. “Saya senang bisa berbagi ilmu hari ini. Kadang, yang kita butuhkan hanya satu kegiatan kecil untuk menyalakan semangat,” ungkapnya.

Kegiatan ini juga mendapatkan sambutan positif dari pelajar. Khanza, siswi SMK Negeri 1 Sungailiat, menyatakan bahwa kegiatan ini memotivasinya untuk lebih rajin membaca. “Aku jadi tahu cara memilih buku yang cocok, dan ingin mencoba membaca setiap hari. Semoga kegiatan seperti ini bisa diadakan lagi dengan lebih banyak peserta,” ucapnya penuh antusias.
Salah satu peserta lain turut menyampaikan apresiasinya. Ia menilai bahwa kegiatan ini dapat menjadi awal yang baik untuk membangkitkan kesadaran literasi di kalangan remaja. “Terima kasih untuk teman-teman yang telah mengadakan acara ini. Semoga bisa terus berjalan dan memberi manfaat bagi anak muda di Sungailiat,” katanya.
Buku-buku yang terkumpul dari peserta akan disumbangkan kepada komunitas literasi atau taman baca, dan kegiatan ini direncanakan menjadi program berkelanjutan yang akan dijalankan oleh organisasi mahasiswa. Seluruh rangkaian kegiatan turut didokumentasikan dan akan dibagikan melalui media sosial serta beberapa platform berita sebagai bagian dari strategi komunikasi publik.
“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah bentuk aksi nyata. Literasi bukan hanya soal teori, tetapi juga bisa diwujudkan melalui tindakan kecil seperti ini,” tutup Helen.
Melalui kegiatan “Pojok Literasi Hijau”, mahasiswa Ilmu Komunikasi Institut Pahlawan 12 membuktikan bahwa kampanye sosial yang berdampak tidak harus mewah. Cukup duduk di bawah pohon, berbagi cerita, membawa tumbler, dan menyumbang buku dari situlah perubahan bisa dimulai.















