Kabid Penelitian dan Investigasi BPAN Aceh, Jamal Luddin (Foto : Istimewa)
Banda Aceh, Asatu Online – Menjelang rencana aksi demonstrasi yang dikabarkan akan digelar pada 7 Juli 2025 di Banda Aceh, Aliansi Indonesia Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) mengambil langkah tegas.
Pihak BPAN mengimbau seluruh anggotanya, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar tidak terlibat dalam aksi tersebut.
Langkah ini diambil menyusul adanya informasi yang diterima terkait rencana aksi yang disebut belum memiliki arah dan tujuan yang jelas.
Kabid Penelitian dan Investigasi BPAN Aceh, Jamal Luddin alias Rohid, menegaskan bahwa organisasi ini harus tetap fokus pada tugas-tugas utama dan tidak terlibat dalam kegiatan yang berpotensi menimbulkan gejolak.
“Kami mengajak seluruh kawan-kawan anggota BPAN agar tidak ikut aksi 7 Juli mendatang,” tegas Rohid kepada wartawan, Sabtu (5/7/2025).
Rohid menyampaikan kekhawatiran bahwa aksi ini bisa berkembang ke arah yang tidak diinginkan dan justru merugikan lembaga maupun masyarakat.
“Ketidakjelasan arah gerakan serta siapa yang menjadi sasaran aksi justru menimbulkan potensi konflik. Jangan sampai merusak nama baik BPAN,” ujarnya.
Ia menegaskan, BPAN bukanlah organisasi politik, melainkan mitra strategis masyarakat dan pemerintah dalam bidang pemantauan aset negara dan pengabdian sosial.
“Kita tidak ingin terseret dalam kegiatan yang dasarnya tidak kuat, tidak jelas, dan bisa mengganggu stabilitas sosial,” imbuhnya.
Imbauan ini, lanjutnya, sudah disampaikan kepada seluruh koordinator wilayah hingga ke tingkat bawah.
Pihaknya meminta semua pengurus agar tidak mengarahkan anggota ke aksi tersebut, baik secara langsung maupun tidak langsung.
“Kami sudah tegaskan melalui komunikasi internal, tidak ada satu pun kader yang boleh terlibat,” kata Rohid.
Di tempat terpisah, Mahdi, salah satu tokoh senior BPAN, juga mengingatkan pentingnya menjaga marwah kelembagaan.
“BPAN bukan tempat untuk berpolitik jalanan. Kita dukung pemerintah melalui kerja nyata, bukan aksi turun ke jalan yang tidak jelas,” ujar Mahdi.
Sebagai lembaga pendukung program pemerintah, BPAN Aceh disebut akan terus menjaga kondusivitas sosial dan tidak mudah terpancing isu-isu liar.
BPAN juga menyatakan tetap satu komando dalam mendukung pemerintahan Aceh di bawah kepemimpinan Mualem – Dek Fadh.
“Kami akan terus pantau perkembangan situasi dan mengedepankan pendekatan persuasif demi menjaga kedamaian di Aceh,” pungkas Rohid. (*)















