Ketua Gapoktan Desak PPL Erwin Dipindahkan, Soroti Dominasi Penggarap Luar di Sawah Balunijuk

Bangka, Asatu Online– Konflik internal antara Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Balunijuk dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) Erwin kembali memanas. Ketua Gapoktan, Nasarudin, secara tegas meminta agar Erwin dipindahkan dari Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka.

Menurut Nasarudin, Erwin sudah enam tahun bertugas di desa tersebut, namun bukannya membawa pembinaan, justru dianggap sebagai sumber keretakan.

“Dia bukan lagi membina. Malah memecah belah. Petani jadi saling curiga,” kata Nasarudin kepada wartawan, Sabtu (21/6/2025).

Ia menyebut Erwin kerap menyebar isu negatif dan memprovokasi petani, yang membuat kerja sama antaranggota kelompok tani menjadi tidak harmonis.

Bahkan, saat rombongan DPRD Bangka turun ke lapangan tahun lalu, Erwin disebut-sebut tak mengakui keberadaan Ketua Gapoktan. Hal ini semakin memperkeruh situasi di tingkat akar rumput.

“Sudah dua tahun kami usulkan agar dia diganti. Tapi sampai hari ini, tak ada keputusan tegas dari dinas,” ucap Nasarudin kecewa.

Tak hanya soal PPL, Nasarudin juga menyoroti dominasi petani dari luar desa yang mengelola lahan sawah di Balunijuk. Ia menyebut 80 persen lahan cetak sawah saat ini dikuasai orang luar.

“Padahal sudah jelas dalam Perdes, itu tanah kas desa. Harusnya yang kelola ya warga sini, bukan dari luar,” tegasnya.

Dalam Peraturan Desa (Perdes) Balunijuk, disebutkan bahwa lahan cetak sawah adalah tanah milik desa. Jika dalam dua tahun tidak dikelola, maka bisa diambil alih kembali oleh pihak desa.

“Yang dari luar daerah jangan lagi kelola sawah di sini. Ini lahan untuk warga Balunijuk,” ujar Nasarudin.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka, Syarli Nopriansyah, mengaku belum bisa langsung memutuskan pemindahan Erwin. Ia berdalih perlu pertemuan lanjutan antara pihak desa, kecamatan, dan kelompok tani.

“Kalau langsung diganti bisa menimbulkan masalah baru. Lebih baik duduk bersama dulu,” katanya, Senin (17/6/2025).

Namun bagi Nasarudin, pertemuan demi pertemuan hanya menghasilkan wacana tanpa solusi. Ia menegaskan, ketegasan dinas sangat ditunggu petani.

“Selesaikan masalah ini. Kalau dibiarkan, semangat petani bisa runtuh,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, PPL Erwin belum memberikan tanggapan atas desakan tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *