Gapoktan Desa Balunijuk Minta PPL Erwin Dicopot, Kadis Pertanian Dinilai Lamban Bersikap

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka, Sarli Nopriansyah (Foto : Istimewa)

Bangka, Asatu Online – Konflik berkepanjangan antara Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Juru Mudi dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, kembali memanas. Nama Erwin, sang PPL yang telah enam tahun bertugas di desa tersebut, menjadi sorotan tajam petani.

Ketua Gapoktan, Nasarudin, secara terbuka menyebut Erwin sebagai penyebab keretakan di internal kelompok tani. Ia menuding Erwin kerap menyebarkan isu negatif, memprovokasi petani, hingga menciptakan suasana kerja yang tidak sehat.

“Alih-alih membina, dia malah memecah. Petani jadi saling curiga, tak lagi solid. Ini sudah kami alami bertahun-tahun,” ujar Nasarudin, Rabu (18/6/2025).

Menurutnya, keluhan terhadap Erwin bukan baru kali ini. Usulan pergantian bahkan telah disampaikan hampir dua tahun lalu, termasuk saat kunjungan DPRD Bangka ke lokasi. Namun hingga kini, belum ada keputusan tegas dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.

Yang membuat petani makin geram, saat disambangi rombongan dewan tahun lalu, Erwin justru mengaku tak mengenal Ketua Gapoktan.

“Itu penghinaan. Masak PPL yang enam tahun bertugas tak kenal ketua gapoktannya? Kunjungan dewan itu kesempatan emas untuk diskusi, bukan untuk mempermalukan petani,” tegasnya.

Tak berhenti di situ, Gapoktan juga menyebut proyek pertanian senilai Rp300 juta tahun lalu yang didampingi Erwin, bermasalah dan tak sesuai spesifikasi. Hal ini makin menguatkan desakan agar sang PPL segera dicopot.

“Bukan hanya soal etika, tapi juga soal tanggung jawab. Kalau dibiarkan, bisa-bisa program pertanian ke depan hancur,” sambung Nasarudin.

Petani merasa sudah terlalu sabar. Komplain demi komplain disampaikan secara resmi. Bahkan, nama Erwin sudah dilaporkan langsung ke Penjabat Bupati Bangka. Tapi hingga kini, dinas pertanian dinilai hanya memberi janji dan pertemuan tanpa ujung.

Dikonfirmasi soal itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka, Syarli Nopriansyah, mengaku belum bisa mengambil keputusan langsung. Ia berdalih semua pihak harus dilibatkan agar tidak menimbulkan konflik baru.

“Kami akan pertemukan dulu pihak desa, kecamatan, dan gapoktan. Kalau langsung diganti, bisa jadi muncul persoalan baru,” ujarnya, Senin (17/6/2025).

Syarli menyarankan agar Gapoktan mengajukan nama pengganti secara resmi. Ia menekankan pentingnya calon penyuluh yang memahami karakter petani dan medan wilayah agar tak terulang masalah serupa.

“Kami tidak bisa asal tunjuk. Kalau belum genap setahun sudah diminta ganti lagi, itu juga repot. Harus ada komunikasi yang baik,” ucapnya.

Meski begitu, pernyataan Syarli dianggap normatif dan tak menunjukkan sikap tegas. Gapoktan menyebut, pertemuan serupa pernah dilakukan, bahkan dengan melibatkan DPRD. Tapi hasilnya nihil.

“Kalau terus ditunda, petani yang rugi. Kami butuh pendamping yang paham, bukan yang memperkeruh. Siapa pun boleh, asal bukan Erwin,” tegas Nasarudin.

Hingga berita ini diterbitkan, PPL Erwin belum memberikan keterangan atau klarifikasi terkait semua tudingan yang dilayangkan kepadanya.

Petani berharap Dinas Pertanian tidak lagi ragu bersikap. Sebab, bagi mereka, dunia pertanian tak bisa terus disandera konflik personal. “Kami ingin bekerja tenang. Kalau masalah ini tak selesai, jangan salahkan kalau semangat petani runtuh,” pungkas Nasarudin. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *