Pedagang Pasar Berehun Belitung Geruduk Inspektorat, Keluhkan Ketua Forum  

Belitung, Asatu Online – Sejumlah pedagang Pasar Berehun, Kelurahan Tanjung Pendam, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, mengadukan Ketua Forum Pedagang Pasar, Herman, ke Inspektorat Kabupaten Belitung. Mereka menuding Herman tak transparan dalam pengelolaan dana pasar.

Ketua forum yang telah menjabat sekitar empat tahun itu dinilai tidak terbuka soal pengelolaan uang pungutan harian dan sewa lapak. Salah satu pedagang, Maman, bahkan menyatakan pengunduran dirinya secara terbuka menggunakan pengeras suara di depan pengunjung pasar.

Pada Senin (19/5/2025), perwakilan pedagang yang didampingi kuasa hukum, Wandi SH, menyambangi Kantor Inspektorat Belitung. Mereka disambut langsung Irban II Safitri dan Irban III Sumarto.

“Kami sudah sampaikan 10 poin keluhan, termasuk soal dana dan pengelolaan fasilitas pasar,” kata Wandi.

Inspektorat: Akan Kami Tindaklanjuti

Irban II Safitri menegaskan pihaknya siap memproses laporan tersebut. “Kami terima laporan ini dan akan menindaklanjutinya sesuai ketentuan,” ujarnya.

Sementara itu, Irban III Sumarto menyarankan para pedagang juga mengadu ke Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Perindagkop) Belitung. “Agar lebih cepat ditangani, silakan juga lapor ke Perindagkop. Kami dari Inspektorat tetap memantau,” jelasnya.

Pjs Ketua Forum: Masalah Sudah Lama Dibiarkan

Pjs Ketua Forum Pedagang Pasar Berehun, Bahrun, membenarkan adanya persoalan lama yang belum tuntas. Ia menyebut, pihaknya sudah beberapa kali mengajak pengurus lama duduk bersama membahas dana pungutan harian Rp5 ribu per pedagang, tapi tidak pernah direspons.

“Sudah lama kami tunggu itikad baik mereka. Tapi tidak ada kejelasan,” ujar Bahrun.

Ia juga menyoroti kebijakan sepihak pengurus lama yang mengalihfungsikan beberapa lapak menjadi cold storage. “Padahal itu untuk berjualan, bukan penyimpanan,” sambungnya.

Ketua Lama Siap Mundur, Tapi Kecewa Selebaran Beredar

Maman, eks Ketua Forum yang menjadi sorotan, akhirnya buka suara. Ia mengaku siap mundur dari jabatannya, namun menyayangkan adanya selebaran yang menurutnya tidak pantas.

“Saya siap mundur, tapi tidak perlu juga sampai menyebar selebaran yang tak elok dibaca,” kata Maman. (Kandar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *