Bangka, Asatu Online-Desa Air Anyir kembali mendapat perhatian dalam program pemberdayaan masyarakat. PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTU Bangka bersama Komunitas BECAK Babel menggelar pelatihan pemanfaatan limbah FABA (Fly Ash/Bottom Ash) sebagai media tanam dan pupuk organik pada 12-17 April 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Olah FABA Desa Air Anyir ini diikuti lebih dari 30 peserta dari berbagai unsur masyarakat, termasuk kelompok tani dan perangkat desa. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Universitas Bangka Belitung dan relawan lingkungan FORDAS Babel.

Asisten Manager Operasional dan Pemeliharaan PLN NPS PLTU Bangka, Agung Eko Surya menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). “FABA sebagai limbah non-B3 dapat dikelola menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya petani,” ujarnya.
Ketua Umum BECAK Babel, Arinda Unigraha menambahkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program AIRA Ecovillage, yang bertujuan mendorong swasembada pangan melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Dosen Agroteknologi UBB, Deni Pratama, menjelaskan bahwa FABA memiliki potensi besar sebagai amelioran tanah, terutama di Bangka yang tanahnya cenderung asam. “FABA bisa membantu meningkatkan pH tanah. Kami siap mendukung pengembangan program ini ke depan,” ujarnya.

Program ini mendapat apresiasi dari pemerintah desa dan masyarakat. Ketua BPD Air Anyir, Imam Kamaludin menilai pelatihan ini tepat sasaran. “Semoga masyarakat tidak sekadar semangat di awal, tapi bisa mengembangkan potensi FABA untuk meningkatkan pertanian desa,” katanya.















