Oknum Honorer Dinas Pendidikan Bangka Diduga Terlibat Prostitusi Terselubung

Caption : Ilustrasi

Sungailiat, Asatu Online – Seorang oknum tenaga honorer berinisial A.S (37), yang kini bertugas sebagai staf di bagian Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka, diduga terlibat dalam praktik prostitusi terselubung. Dugaan tersebut mencuat setelah beredar sejumlah pesan dan pengakuan dari korban di kalangan internal pegawai.

Sebelumnya, A.S sempat mengajar sebagai guru honorer di salah satu SD di Sungailiat. Namun, ia dipindahkan ke kantor dinas karena kerap tidak masuk kerja dan dinilai tidak disiplin.

Berdasarkan keterangan dari salah satu korban yang identitasnya dirahasiakan, A.S diduga merayu beberapa perempuan dengan janji hubungan asmara. Bahkan, ia pernah menawarkan hubungan intim dengan imbalan uang sebesar Rp100 ribu kepada seorang guru di wilayah Sungailiat.

“Semua komunikasi dilakukan melalui WhatsApp, tapi isi percakapannya langsung dihapus oleh yang bersangkutan,” ungkap korban tersebut.

Tak hanya itu, A.S juga disebut-sebut pernah menikahi beberapa perempuan secara siri. Dugaan kuat, hal itu merupakan bagian dari modus untuk memanfaatkan kondisi ekonomi dan psikologis korban demi keuntungan pribadi.

Aktivitas ini disinyalir telah berlangsung selama beberapa tahun. Nama A.S bahkan dapat dikenali dalam aplikasi Get Contact dengan berbagai tag mencurigakan, termasuk “Papi G”, yang mengindikasikan keterlibatannya dalam praktik menyimpang.

Selain dikenal sebagai seniman lokal, kehidupan pribadi A.S juga dinilai tidak stabil. Ia disebut telah menikah hingga tiga kali dan diduga bergantung secara ekonomi pada istri-istrinya.

Di lingkungan kerja, A.S kerap terlihat hanya datang untuk mengisi absen, lalu menghilang dan menghabiskan waktu di warung kopi. Meski perilaku tersebut telah lama menjadi sorotan, hingga kini belum ada tindakan tegas dari pihak Dinas Pendidikan.

Sumber internal menyebutkan bahwa isu ini sudah menjadi pembicaraan hangat di kalangan pegawai. Sejumlah pihak mendesak agar dilakukan investigasi menyeluruh terhadap A.S demi menjaga integritas lembaga.

Saat dikonfirmasi pada Sabtu (5/4/2025), A.S membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

“Itu tidak benar, Bang,” ujarnya singkat kepada Asatu Online.

“Oh begitu… Kami cuma mau tahu saja dari mana tuduhan ini berasal,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten Bangka, Vini Awilia, mengaku belum menerima laporan resmi terkait dugaan tersebut.

“Saya belum dapat laporan dari atasannya langsung. Nanti saya konfirmasikan dulu ke atasannya,” ujar Vini saat dikonfirmasi. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *