PT Timah Fasilitasi Mudik Gratis bagi Mahasiswa Belitung dari Pulau Bangka

Pangkal Pinang, Asatu Online– PT Timah Tbk kembali menggelar program mudik gratis bagi mahasiswa asal Pulau Belitung yang tengah menempuh pendidikan di Pulau Bangka. Sebanyak 88 mahasiswa dilepas secara resmi dari Graha Timah Pangkalpinang pada Rabu (26/3/2025) untuk kembali ke kampung halaman mereka.

Program bertajuk Mudik Aman Sampai Tujuan ini merupakan hasil kolaborasi PT Timah dengan Kementerian BUMN. Sebelumnya, PT Timah juga telah memfasilitasi kepulangan mahasiswa dari Pulau Jawa ke Belitung pada 19 Maret lalu. Kali ini, perjalanan dilakukan melalui jalur laut dari Pelabuhan Pangkal Balam menuju Pelabuhan Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung.

Ketua Ikatan Pelajar Keluarga Belitong (IKPB) Cabang Bangka, Devan, mengungkapkan bahwa antusiasme mahasiswa sangat tinggi terhadap program ini. Bahkan, jumlah pendaftar mencapai sekitar 400 orang, sehingga dilakukan seleksi untuk memastikan bantuan ini diterima oleh mereka yang paling membutuhkan.

“Program ini sangat membantu mahasiswa dalam menghemat biaya perjalanan yang cukup mahal. Kami berharap ke depannya kuota peserta bisa ditambah, karena momen libur kuliah cukup singkat, sehingga kesempatan untuk pulang sangat berharga,” ujar Devan.

Salah satu peserta, Kaiyisah Nadiya Hafizah, mahasiswa Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang asal Desa Perawas, Kecamatan Tanjung Pandan, mengungkapkan rasa syukurnya bisa mengikuti program ini.

“Saya awalnya tidak berekspektasi banyak, tapi ternyata program ini sangat menyenangkan. Selain bisa pulang, kami juga mendapatkan makanan, pakaian, dan bertemu banyak teman baru. Ini benar-benar membantu kami yang ingin mudik dengan biaya lebih ringan,” katanya.

Hal senada diungkapkan Iren Ajeng, mahasiswa Universitas Bangka Belitung asal Desa Buding, Kecamatan Kelapa Kampit, Belitung Timur. Menurutnya, program ini sangat bermanfaat terutama menjelang Lebaran, di mana tiket transportasi semakin sulit didapat.

“Dengan adanya mudik gratis ini, kami tidak perlu khawatir kehabisan tiket atau biaya yang mahal. Semoga program ini terus berlanjut dan jumlah kuotanya ditambah di tahun-tahun mendatang,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *