Erzaldi Rosman Gagas Pertanian dan Peternakan sebagai Pilar Ekonomi Baru Babel

Erzaldi Rosman calon Gubernur Babel 2024 – 2029 (Foto : Istimewa)

Pangkalpinang, Asatu Online– Calon Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan, menilai sektor pertanian dan peternakan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak ekonomi baru yang berkelanjutan.

Meskipun Babel selama ini didominasi oleh sektor pertambangan, Erzaldi menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian dan peternakan adalah langkah strategis untuk diversifikasi ekonomi. Dengan pengelolaan yang tepat, kedua sektor ini dapat menjadi tulang punggung ekonomi Babel ke depan.

Komoditas Unggulan yang Siap Dikembangkan

Erzaldi menyebutkan sejumlah komoditas pertanian unggulan yang dapat dikembangkan, seperti lada putih (Muntok White Pepper), karet, kelapa sawit, hingga hortikultura seperti nanas, durian, pisang, dan sayuran.

“Budidaya hortikultura sangat potensial karena pasarnya besar, baik lokal maupun domestik. Dengan memadukan teknologi modern, produktivitas hasil panen bisa meningkat pesat,” jelas Erzaldi, Jumat (22/11/2024).

Ia juga menyoroti potensi lahan bekas tambang untuk budidaya tanaman pangan, seperti jagung, singkong, dan kacang-kacangan. Meski menghadapi tantangan biaya reklamasi dan kualitas tanah yang rendah, lahan ini tetap bisa dikelola untuk mendukung produksi pangan.

Di sektor peternakan, Erzaldi menggarisbawahi prospek cerah untuk budidaya sapi, unggas, kambing, domba, hingga lebah madu, yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Strategi Transformasi Sektor Pertanian dan Peternakan

Erzaldi menawarkan lima strategi utama untuk mengoptimalkan sektor pertanian dan peternakan di Babel:

1. Hilirisasi Produk

Mengolah hasil pertanian dan peternakan menjadi produk bernilai tambah, seperti lada menjadi bubuk atau ekstrak, dan daging diolah menjadi sosis atau abon.

2. Penguatan Infrastruktur

Membangun akses jalan, pasar, gudang pendingin, serta fasilitas irigasi yang mendukung peningkatan produktivitas.

3. Pemberdayaan Petani dan Peternak

Memberikan pelatihan teknologi modern serta akses pembiayaan melalui koperasi atau program pemerintah untuk memperkuat daya saing.

4. Pengelolaan Lahan Berkelanjutan

Memanfaatkan praktik ramah lingkungan dan mereklamasi lahan tambang menjadi kawasan produktif untuk pertanian dan peternakan.

5. Branding dan Pasar Global

Menguatkan merek Babel untuk produk unggulan, seperti lada putih dan madu, serta menjalin kemitraan dengan pasar lokal, nasional, dan internasional.

“Dengan infrastruktur memadai, penerapan teknologi modern, dan pemberdayaan masyarakat, sektor pertanian dan peternakan dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru Babel. Reklamasi lahan tambang juga membuka peluang besar untuk menciptakan kawasan produktif yang mendukung keberlanjutan ekonomi,” pungkas Erzaldi. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *