Depok, Asatu Online – Wali Kota Depok, Supian Suri, menyebut Kota Depok layak dijuluki sebagai Kota Padel. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Wali Kota Depok Padel Cup 2026 di Court Dept Hause, Jalan Siliwangi, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Minggu (18/10/26).
Penilaian tersebut, menurut Supian, didasarkan pada tiga indikator utama. Pertama, banyaknya fasilitas olahraga padel di Depok. Kedua, prestasi atlet asal Depok di tingkat Asia. Dan ketiga, kepercayaan Depok menjadi tuan rumah pertandingan eksibisi padel pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat mendatang.
“Dari tiga indikator itu, rasanya sangat wajar kalau saya mengklaim kita sebagai Kota Padel. Kita punya lebih dari 40 venue, atlet-atlet Depok berprestasi sampai tingkat Asia, dan kita juga dipercaya menjadi tuan rumah pertandingan eksibisi padel pada Porprov Jawa Barat,” ujar Supian Suri.
Di sampai Supian Suri bahwa, saat ini Kota Depok memiliki lebih dari 40 venue padel yang tersebar di berbagai wilayah. Selain itu, sejumlah atlet asal Depok juga telah menorehkan prestasi hingga tingkat Asia. Sementara untuk Porprov Jabar, Depok terpilih menjadi salah satu dari tiga daerah tuan rumah.
Menurutnya, perkembangan padel di Depok juga terlihat dari tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti Wali Kota Depok Padel Cup 2026. Turnamen yang perdana digelar ini diikuti sekitar 300 peserta. Bahkan saking banyaknya peminat, kategori pasangan suami istri (pasutri) dibatasi hanya untuk 40 pasangan.
Supian menambahkan, kebanggaan terhadap perkembangan padel bukan semata-mata soal popularitas olahraga tersebut. Lebih dari itu, pemerintah ingin mendorong masyarakat agar semakin gemar berolahraga.
“Yang menjadi semangat kita adalah bagaimana masyarakat menjadi sehat, salah satu ikhtiarnya adalah membuat masyarakat gemar berolahraga. Mudah-mudahan padel menjadi salah satu olahraga yang menarik minat masyarakat untuk bergerak dan hidup sehat,” jelasnya.
Selain manfaat kesehatan dan prestasi, Supian menilai perkembangan olahraga padel turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Meningkatnya aktivitas olahraga mendorong kebutuhan terhadap perlengkapan padel, pakaian olahraga, hingga tumbuhnya usaha kuliner dan UMKM di sekitar venue.
“Di luar olahraga, ini juga menjadi perputaran ekonomi. Toko perlengkapan padel ikut bergerak, begitu juga usaha kuliner dan UMKM. Jadi, sehat badannya, ekonominya berputar, dan masyarakatnya bahagia,” tandasnya.(jo)















