Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, sewaktu mencoba langsung air bersih di Masjid Nurit Raqwa, Aceh Tamiang, (Foto : A1)
Aceh Tamiang, Asatu Online – Sekitar 9.000 warga Kabupaten Aceh Tamiang kini memiliki akses air bersih setelah PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Serikat Pekerja Semen Andalas (SPSA) dan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Aceh membangun dua sumur bor di wilayah yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Dua fasilitas air bersih tersebut berada di Masjid Nurut Taqwa, Kecamatan Karang Baru, dan Masjid Miftahul Jannah, Kecamatan Manyak Payed. Peresmian dilakukan pada Kamis, 2 Juli 2026, sebagai bagian dari program pemulihan pascabencana melalui penyediaan infrastruktur dasar bagi masyarakat.
Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan akses air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak setelah bencana. Karena itu, pemulihan tidak cukup hanya melalui bantuan tanggap darurat, tetapi juga harus diwujudkan dalam pembangunan fasilitas yang memberikan manfaat jangka panjang.
“Air bersih bukan sekadar kebutuhan sehari-hari, melainkan syarat utama agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara normal. Kami berharap fasilitas ini menjadi solusi berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana di masa mendatang,” kata Rizki, Kamis (9/7/2026).
Menurut Rizki, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi itu dinilai menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan daerah terdampak.
Peresmian sumur bor turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang Muhammad Zein, Penyelidik Bumi Ahli Muda Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Aceh Zacky Damanhuri, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Zacky Damanhuri mengatakan penyediaan sumur bor merupakan wujud kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pemulihan pascabencana. Menurut dia, fasilitas tersebut tidak hanya menjawab kebutuhan air bersih masyarakat saat ini, tetapi juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana di masa depan.
“Kami mengapresiasi komitmen Solusi Bangun Indonesia dan SPSA yang terus mendukung program kemanusiaan di Aceh. Infrastruktur ini akan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tamiang, Muhammad Zein, menilai keberadaan dua sumur bor tersebut menjadi infrastruktur penting bagi masyarakat. Selain memenuhi kebutuhan air bersih, fasilitas itu juga menunjang aktivitas ibadah dan berbagai kegiatan sosial di lingkungan masjid.
Muhammad Zein menjelaskan, sebelum pembangunan dilakukan, Dinas ESDM Aceh terlebih dahulu melaksanakan survei hidrogeologi untuk menentukan lokasi dengan potensi air tanah terbaik. Hasil kajian menunjukkan kedua titik memiliki akuifer yang memadai sehingga layak dikembangkan sebagai sumber air bersih permanen.
“Sumur dibor hingga kedalaman sekitar 120 meter dan dilengkapi casing, pompa air, sistem filtrasi, menara toren, serta jaringan perpipaan. Seluruh proses pembangunan diselesaikan dalam waktu hampir dua bulan,” katanya.
Program penyediaan air bersih ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan PT Solusi Bangun Indonesia dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Aceh. Sebelumnya, perusahaan juga menyalurkan berbagai bantuan kemanusiaan serta mendukung penanganan darurat melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. (marwan)















