Bangka Barat, Asatu Online – PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui program kunjungan industri. Kali ini, perusahaan membuka kesempatan bagi ratusan mahasiswa untuk mempelajari secara langsung proses pengolahan dan pemurnian timah di fasilitas Division Processing and Refinery Mentok, Kabupaten Bangka Barat.
Kunjungan yang berlangsung pada Jumat (3/7/2026) ini diikuti 162 mahasiswa, terdiri dari 59 mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan Universitas Bangka Belitung (UBB) yang didampingi dua dosen, serta 103 mahasiswa Fakultas Teknik Pertambangan Universitas Negeri Padang (UNP) bersama delapan dosen pembimbing.
Kehadiran para mahasiswa disambut Division Head Processing and Refinery PT TIMAH, Sofian Simangunsong, didampingi Sub Division Head Processing and Refinery, Kopdi Saragih.
Selama kunjungan, para peserta memperoleh pemaparan mengenai proses pengolahan dan pemurnian timah, berdiskusi dengan jajaran perusahaan, hingga meninjau langsung area operasional untuk melihat setiap tahapan produksi logam timah.
Dosen Pembimbing Program Studi Teknik Pertambangan UBB, Mardiyah, mengapresiasi konsistensi PT TIMAH yang selama ini terus membuka ruang pembelajaran bagi mahasiswa.
Menurutnya, kunjungan lapangan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena mampu menghubungkan teori yang diperoleh di kampus dengan praktik di dunia industri.
“Setiap tahun kami membawa mahasiswa ke PT TIMAH karena perusahaan selalu memberikan kesempatan belajar yang sangat baik. Mahasiswa dapat melihat langsung proses pertambangan hingga pengolahan timah sehingga mereka lebih siap menghadapi magang maupun penyusunan tugas akhir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, mahasiswa semester empat mulai memasuki tahap pembelajaran berbasis aplikasi sehingga pengalaman belajar langsung di industri menjadi bekal penting dalam membangun kompetensi lulusan.
Mardiyah juga menyebut PT TIMAH telah menjadi mitra strategis UBB dalam berbagai kegiatan akademik, penelitian, hingga pengembangan kemahasiswaan.
“Mahasiswa di Bangka Belitung harus memahami pertambangan timah dari hulu hingga hilir. Kesempatan belajar langsung di PT TIMAH menjadi pengalaman yang sangat berharga karena mereka bisa melihat proses yang selama ini hanya dipelajari di kelas,” katanya.
Senada, Ketua Rombongan sekaligus Dosen Pembimbing Fakultas Teknik Pertambangan UNP, Fariz Aditya, menilai kunjungan industri ke PT TIMAH memberikan pengalaman berharga karena mahasiswa dapat melihat secara utuh rantai proses bisnis pertambangan timah.
“Kami sangat berterima kasih karena mahasiswa memperoleh kesempatan melihat langsung proses penambangan hingga pengolahan dan pemurnian timah. Pengalaman seperti ini tidak semua mahasiswa pertambangan bisa mendapatkannya,” ujar Fariz.
Ia menambahkan, pembelajaran langsung di lapangan akan memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus menjadi bekal saat memasuki dunia kerja. Bahkan, menurutnya, tidak sedikit alumni yang pernah belajar di PT TIMAH kemudian berkarier di perusahaan tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan pelayanan yang diberikan selama kunjungan. Ini menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa maupun dosen,” tuturnya.
Melalui program kunjungan industri ini, PT TIMAH menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pertambangan. Sinergi dengan perguruan tinggi diharapkan mampu mencetak lulusan yang kompeten, berdaya saing, dan siap menjawab kebutuhan industri pertambangan nasional.(*)















