Jakarta, Asatu Online — Sosok H. Tafdil, S.E., M.M. kembali menjadi perbincangan dalam dinamika internal Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Bombana. Sejumlah kader mendorong mantan Ketua PAN Bombana tersebut untuk kembali memimpin partai berlambang matahari itu, menyusul rekam jejak kepemimpinan dan pengalaman organisasinya yang dinilai mumpuni.
Tafdil dikenal sebagai figur senior yang telah lama berkecimpung dalam dunia politik dan organisasi. Kepemimpinannya selama dua periode, yakni 2011–2016 dan 2017–2022, dinilai berhasil menjaga soliditas partai sekaligus memperkuat posisi PAN di Kabupaten Bombana.
Menanggapi isu regenerasi di tubuh PAN, Tafdil menegaskan bahwa proses regenerasi tidak bisa dimaknai sekadar pergantian figur, melainkan harus melalui proses kaderisasi yang matang dan terstruktur.
“Perlu saya luruskan bahwa regenerasi itu bukan semata soal pergantian figur, tetapi soal proses menyiapkan kader agar siap memimpin. Selama ini kami tidak menutup ruang, justru terus mendorong kader untuk tumbuh, mengambil peran, dan terlibat dalam pengambilan keputusan di partai,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Ia juga menanggapi dorongan kader yang menginginkan dirinya kembali memimpin PAN Bombana. Menurutnya, dorongan tersebut merupakan bentuk kepercayaan kader terhadap kepemimpinannya, bukan upaya menghambat regenerasi.
“Jika hari ini masih ada dorongan dari kader agar saya kembali memimpin, itu saya maknai sebagai bentuk kepercayaan, bukan keinginan untuk menghambat regenerasi. Namun ke depan, proses kaderisasi dan regenerasi harus lebih terstruktur dan terukur,” ungkapnya.
Tafdil menegaskan, apabila kembali diberikan amanah, ia akan memposisikan kepemimpinannya sebagai masa transisi untuk mempersiapkan kader-kader potensial agar estafet kepemimpinan berjalan lebih kuat dan matang.
“Kalau pun saya masih diberikan amanah, maka itu saya posisikan sebagai masa transisi. Fokus saya adalah menyiapkan dan mematangkan kader-kader potensial agar estafet kepemimpinan ke depan berjalan lebih kuat dan siap,” tegasnya.
Dengan komitmen tersebut, Tafdil memastikan dirinya tidak menutup ruang regenerasi. Ia justru ingin memastikan proses kaderisasi berjalan sistematis sehingga PAN Bombana ke depan lebih solid, kompetitif, dan mampu menghadapi dinamika politik yang semakin kompleks. **














