Banda Aceh, Asatu Online— Wali Kota Banda Aceh sukses menggelar kegiatan Manasik Haji Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi yang diikuti calon jamaah haji dari seluruh kecamatan di Kota Banda Aceh.
Kegiatan bertema “Haji Ramah Lansia, Disabilitas dan Perempuan” itu berlangsung di Masjid Raya Baiturrahman, Kamis (12/2/2026).
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Banda Aceh, Dr. H. M. Iqbal, dalam sambutannya menjelaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tahun ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah yang telah terpisah dari Kementerian Agama.
Ia juga menyebutkan, pelaksanaan manasik di Masjid Raya Baiturrahman merupakan yang pertama kali digelar di lokasi tersebut.
“Tentu dalam pelaksanaannya ada plus minus, namun mari kita maklumi bersama demi pelayanan yang lebih baik,” ujar Iqbal.
Ia menambahkan, mayoritas calon jamaah haji Banda Aceh tahun ini merupakan lanjut usia (lansia), selaras dengan tema yang diangkat.
Iqbal mengingatkan jamaah agar memperhatikan barang bawaan saat keberangkatan nanti. Ia menegaskan agar tidak membawa barang yang tidak diperlukan, terlebih barang yang mengandung gas karena dapat mengganggu keselamatan dan kenyamanan penerbangan.
“Hati-hati dalam membawa barang bawaan. Utamakan keselamatan,” tegasnya.
Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh yang diwakili Ustaz Ridwan Ibrahim, M.Pd., berpesan agar seluruh calon jamaah benar-benar menjaga kesehatan.
Menurutnya, ibadah haji merupakan ibadah fisik yang membutuhkan kondisi tubuh prima.
“Jaga pola makan, istirahat yang cukup, dan persiapkan fisik dengan baik agar ibadah berjalan lancar,” pesannya.
Dalam sesi bimbingan, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk. H. Faisal M. Ali, menekankan pentingnya pemahaman terhadap hukum, rukun, syarat, dan wajib haji.
Ia juga mengingatkan jamaah untuk selalu patuh kepada petugas haji yang telah ditunjuk pemerintah serta meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT.
“Yang terpenting adalah keikhlasan dalam beribadah,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, salah satu petugas haji yang juga mengemban amanah Wakaf Habib Bugak Asyi (Aceh), Tgk. H. Syeh Jamal, menjelaskan bahwa bantuan dari hasil wakaf Habib Bugak masih terus diberikan setiap tahun.
Wakaf tersebut berasal dari tanah milik ulama Aceh, Habib Bugak, yang dibeli Kerajaan Arab Saudi dan hasilnya diperuntukkan bagi jamaah haji asal Aceh.
“Insya Allah, bantuan wakaf itu tetap diberikan kepada jamaah haji Aceh setiap tahunnya,” jelasnya.
Kegiatan manasik turut dihadiri seluruh petugas haji tingkat kota dan kecamatan serta unsur Muspika setempat.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh haru. Para jamaah tampak antusias mengikuti pemaparan materi dan sesi dialog yang berlangsung dinamis serta terbuka.
Acara ditutup dengan makan siang bersama dan saling bersalaman antarjamaah, penuh doa dan harapan agar seluruh peserta menjadi haji yang mabrur. (*)














