Belitung Timur, Asatu Online — Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia, PT TIMAH Tbk kembali menggelar Pelatihan Gernas Tastaka Fase 2 bagi 80 guru sekolah dasar di Kabupaten Belitung Timur.
Pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi PT TIMAH Tbk bersama Yayasan Penggerak Indonesia Cerdas (Pengincer) yang berfokus pada penguatan literasi dan numerasi sebagai fondasi penting dalam pembangunan pendidikan nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Kegiatan yang berlangsung pada 20–22 Januari 2026 ini dilaksanakan di SDN 13 Manggar dan SDN 1 Gantong, Kabupaten Belitung Timur, serta mendapat respons positif dari para guru peserta.
Direktur Guru GTK Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dr. Drs. Rachmadi Widdiharto, MA, menyampaikan bahwa Pelatihan Gernas Tastaka di Belitung Timur menjadi contoh kolaborasi strategis dalam mendukung Gerakan Numerasi Nasional.
Ia menyoroti bahwa hasil asesmen internasional PISA dan asesmen nasional masih menunjukkan tantangan dalam kemampuan numerasi siswa Indonesia, sehingga dibutuhkan peran berbagai pihak.
“Numerasi bukan hanya soal hitung-menghitung, tetapi kemampuan berpikir logis dan analitis yang perlu ditanamkan sejak dini melalui kolaborasi lintas sektor,” ungkap Rachmadi.
Ketua Yayasan Pengincer, Ahmad Sururi Aziz, menyampaikan bahwa program Gernas Tastaka telah berjalan sejak 2024 bersama PT TIMAH Tbk dan akan terus diperluas ke wilayah operasional perusahaan lainnya.
“Komitmen PT TIMAH Tbk mendukung Gernas Tastaka merupakan langkah bersama untuk memperkuat literasi dan numerasi serta meningkatkan kompetensi guru sekolah dasar,” katanya.
Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, menegaskan bahwa perusahaan terus berkomitmen mendukung dunia pendidikan melalui berbagai program berkelanjutan, mulai dari pelatihan guru, beasiswa, hingga peningkatan fasilitas pendidikan.
Sementara itu, Kepala Bagian Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur, Renni Lestari, S.Pd., berharap hasil pelatihan ini dapat terus berlanjut dan berdampak luas bagi peningkatan kualitas pendidik di daerah tersebut.
Pada Fase 2 ini, para peserta melanjutkan pembelajaran lanjutan terkait Pengukuran, Statistika dan Probabilitas, serta Asesmen dalam Pembelajaran Matematika, sebagai penguatan dari materi yang telah diperoleh pada Fase 1 sebelumnya.















