Babel  

Buku Tragedi Perang Dunia II di Kota Mentok Bakal Difilmkan, Ini Janji Produser Samuel Then

Mentok, Asatu Online — Sejarah kelam Perang Dunia II di Kota Mentok kini diabadikan dalam sebuah buku dan direncanakan akan diangkat ke layar lebar. Buku berjudul “Tragedi Perang Dunia II di Kota Mentok Dalam Kilasan Sejarah” karya Syarifudin Isa resmi diluncurkan di Gedung Perpustakaan Daerah Kabupaten Bangka Barat, Rabu (7/1/2026).

Produser buku tersebut, Samuel Then, menegaskan komitmennya untuk memfilmkan kisah sejarah yang tertuang dalam buku itu. Janji tersebut disampaikan usai launching dan penyerahan buku kepada Perpustakaan Daerah Bangka Barat.

Buku ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bangka Barat, Farouk Yohansyah. Ia menilai buku tersebut sebagai karya penting, terlebih karena merupakan buku perdana yang ditulis oleh putra asli Mentok.

“Buku ini akan menambah khazanah bacaan sejarah di perpustakaan daerah dan kami tempatkan sebagai koleksi khusus,” ujar Farouk dalam sambutannya.

Buku dokumenter setebal 134 halaman ini mengulas secara kronologis peristiwa-peristiwa penting selama Perang Dunia II, mulai dari konteks global jatuhnya Pearl Harbour, masuknya tentara Jepang ke Mentok, hingga berbagai penyerangan dan pendudukan di wilayah tersebut.

Di dalamnya juga diungkap tragedi tenggelamnya kapal Vyner Brooke, pembantaian di Radji Beach, kisah meninggalnya Vivian Gordon Bowden, serta kesaksian sejarah dari Vivian Bullwinkel. Narasi tersebut membawa pembaca memahami sejarah dari sisi kemanusiaan dan dampak perang terhadap masyarakat Mentok.

Buku berlisensi ISBN ini diterbitkan oleh Uwais Inspirasi Indonesia, anggota IKAPI, dengan cetakan perdana pada November 2025 dan dikemas dengan desain sampul yang menarik.

Penulis buku, Syarifudin Isa, mengatakan penulisan buku ini dilatarbelakangi keinginan membuka wawasan generasi muda tentang peran strategis Kota Mentok dalam sejarah Perang Dunia II.

“Supaya masyarakat, terutama generasi penerus, mengetahui dan memahami sejarah kota ini yang selama ini belum banyak diangkat,” ujarnya.

Sementara itu, Samuel Then mengaku tergerak menerbitkan buku tersebut karena Mentok dikenal sebagai kota sejarah, namun sangat minim penulis lokal yang mendokumentasikan peristiwa masa lalu.

Menurutnya, Syarifudin Isa merupakan sosok yang memahami sejarah Mentok secara mendalam, terlebih didukung arsip dan dokumentasi foto peninggalan orang tuanya yang dikenal sebagai fotografer sejarah Kota Mentok.

“Dengan adanya buku ini, sejarah Mentok bisa diwariskan kepada anak cucu kita. Ke depan, kisah dalam buku ini juga akan kami angkat ke layar lebar,” tegas Samuel Then, Ketua DPD Partai Hanura Kabupaten Bangka Barat yang juga dikenal sebagai pengusaha. **

Penulis: Rudy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *