Rumah H.Ton di Desa Lubuk, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah (Foto : A1)
Babel, Asatu Online — Suasana kediaman Haji Ton di Desa Lubuk, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, berubah drastis pasca penyitaan sembilan unit alat berat oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Rumah besar berwarna hijau itu kini tampak tertutup dan sunyi tanpa aktivitas.
Pantauan redaksi tintaberitababel.com pada Sabtu (15/11/2025) sekitar pukul 15.10 WIB, pagar tertutup rapat, tirai jendela tertutup, dan tidak terlihat satu pun aktivitas keluar-masuk di halaman rumah berukuran sekitar 15 x 30 meter tersebut. Situasi itu kontras dengan hari-hari sebelumnya.
Warga sekitar mengaku terkejut dengan perubahan suasana rumah pria yang dikenal memiliki banyak anak buah tersebut. Menurut mereka, biasanya rumah itu kerap ramai oleh lalu-lalang para pekerja Haji Ton.
“Biasanya sering anak buahnya bolak-balik ke rumah itu. Mulai dari para tani sampai operator PC sering nampak. Sekarang sepi nian,” ujar seorang warga yang ditemui di sekitar lokasi.
Sebelumnya, penyitaan alat berat milik Haji Ton pada Jumat (14/11/2025) sempat membuat heboh warga Lubuk Pabrik. Ratusan warga sempat mendatangi lokasi untuk melihat proses penertiban yang dilakukan Satgas PKH.
“Hampir ratusan massa kemarin menghadang kami. Tapi alhamdulillah setelah kami jelaskan soal penertiban dan dasar hukumnya, warga akhirnya memahami. Alat Haji Ton bisa kita bawa ke Nadi,” ungkap salah satu anggota Satgas yang bertugas di Camp Pam Pengamanan.
Dari operasi tersebut, Satgas PKH menyita sembilan alat berat jenis excavator dari berbagai merek, termasuk Kobelco, Sany, dan Hitachi. Alat-alat itu diamankan dari pinggir desa, tepatnya di areal perkebunan sawit yang diduga menjadi titik aktivitas tambang ilegal.
Penertiban ini disebut sebagai salah satu operasi terbesar Satgas PKH dalam beberapa bulan terakhir, mengingat jumlah alat yang berhasil diamankan serta besarnya perhatian warga terhadap proses penyitaan.
Hingga kini, Satgas PKH masih melakukan pendalaman terkait dugaan keterlibatan Haji Ton beserta jaringan operator dan pemodal yang selama ini beroperasi di kawasan hutan. Informasi lebih lanjut mengenai status hukum pemilik alat berat tersebut masih ditunggu publik.
Sementara itu, pihak keluarga Haji Ton belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi awak media ke rumahnya tidak membuahkan hasil karena situasi rumah benar-benar tertutup dan tidak tampak penghuni. (*)













