Mari Bangkitkan Kembali Lembaga Aliansi Indonesia

Oleh Hidayatulah*

Jakarta, Asatu Online – Tidak semua kenangan adalah kegagalan. Kami menyadari bahwa banyak yang telah kami lakukan untuk masyarakat. Program-program yang dulu kami perjuangkan kini sudah banyak dinikmati mereka yang berhak. Tapi sayangnya, kami justru banyak menerima tagihan. Ironisnya, masyarakat yang dulu dibantu, kini seolah lupa pada perjuangan yang pernah kami lakukan.

Beberapa pekerjaan penting yang sempat kami tangani kini terbengkalai. Bukan karena tidak mampu, tapi karena sabotase dari dalam tubuh organisasi sendiri. Padahal, kami di lapangan selalu berjuang demi kebenaran, demi rakyat. Sebagai bagian dari Lembaga Aliansi Indonesia (LAI), kami menyadari betul betapa luar biasanya lembaga ini dulu.

Namun hari ini, kami menyaksikan lembaga yang dulu dibangun dengan keringat dan semangat, mulai ditinggalkan. Para senior yang dulu menjadi panutan justru menggugurkan diri satu per satu. Suasana di kantor pusat kian suram. Apakah kita sudah lupa saat-saat indah ketika almarhum Bapak (PK. H. Jonilubis) masih memimpin? Kebersamaan yang dulu kita rasakan kini hanya tinggal cerita, karena setelah beliau tiada, lembaga ini justru kita sia-siakan.

Amanah yang diwariskan oleh almarhum seolah diabaikan. Satu per satu justru memilih hijrah dan meninggalkan rumah kita bersama: Lembaga Aliansi Indonesia.

Saya mengajak kita semua, terutama para pengurus yang pernah dan masih aktif di DPD, DPC, maupun DPAC, untuk kembali pulang. Mari kita rawat kembali rumah kita ini. Mari kita perbaiki bagian-bagian yang rusak, bukan dengan menyalahkan, tapi dengan membangun ulang dari dalam.

Yang rusak bukanlah lembaganya, tapi semangat dan sistem yang ditinggalkan tanpa pemimpin yang bisa menjadi panutan. Setelah almarhum tiada, yang muncul justru konflik internal, komunikasi tanpa arah, manajemen tanpa solusi. Di mana satu komando kita? Di mana semangat Panca Moral? Di mana seragam dan rasa memiliki itu? Bahkan ruang-ruang kantor kita pun sepi tanpa semangat.

Saat ini DPP seolah kehilangan power. Orang daerah tahu itu. Karena apa? Karena ego, bukan komitmen. Hanya segelintir orang yang masih peduli terhadap fasilitas dan nama besar yang dulu kita bangun bersama.

Kini saatnya kita bersatu. Mari pengurus di seluruh Indonesia, baik yang masih aktif secara SK maupun yang sudah kadaluarsa, bangkit kembali. Kami masih mengakui eksistensi LAI. Kami mendesak DPP untuk segera melakukan pembenahan.

Bubarkan departemen yang tidak efektif, kembalikan kekuatan pada Koordinator Nasional (Kornas), gunakan kembali AD/ART lama, benahi struktur kepengurusan dan administrasi, aktifkan kembali gedung dan ruang kerja kita, serta hidupkan kembali SK-SK DPD, DPC, dan DPAC. Berikan keringanan biaya, bentuk Kornas di daerah-daerah yang kosong.

Mari kita bersama-sama selamatkan Lembaga Aliansi Indonesia dari dalam. Jangan biarkan satu masalah kecil merusak rumah besar yang kita sebut “Rumah Rakyat LAI”.

Jika pernyataan ini dianggap salah, saya siap menerima konsekuensinya, bahkan jika itu berarti pencabutan jabatan saya sebagai Ketua Bidang Hukum dan penarikan SK. Semua ini saya lakukan demi bangkitnya kembali LAI, dan demi ketenangan arwah pendirinya, PK. H. Jonilubis.

*Hidayatulah adalah Ketua Bidang Hukum DPP Lembaga Aliansi Indonesia pusat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *