Aceh  

Aceh kehilangan Pejuang Keadilan Abu Razak

Caption : Almarhum Abu Razak

Banda Aceh, Asatu Online – Aceh berduka, salah satu pejuang keadilan yang gigih, Abu Razak, telah berpulang ke rahmatullah pada Rabu (19/3/2025) di Tanah Suci saat menjalankan ibadah umroh. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Aceh dan para tokoh perjuangan yang selama ini mengenal sosoknya sebagai pembela tegaknya keadilan bagi rakyat Aceh.

H. Said Abdullah, tokoh masyarakat yang dikenal luas di Aceh, mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian Abu Razak. Menurutnya, Abu Razak merupakan sosok yang tak kenal lelah memperjuangkan hak-hak rakyat Aceh, khususnya terkait realisasi butir-butir Perjanjian Damai Helsinki antara GAM dan Pemerintah Indonesia.

“Beliau selalu mengingatkan pentingnya menjaga amanah perjuangan dan terus mengawal kesepakatan yang telah dicapai,” ujar H. Said Abdullah dengan mata berkaca-kaca.

Berita duka tersebut sontak menggemparkan masyarakat Aceh. Sosok Abu Razak yang dikenal dengan ketegasan dan keberaniannya dalam menyuarakan keadilan telah menjadi simbol perjuangan masyarakat Aceh.

Bahkan dalam berbagai kesempatan, almarhum tak pernah lelah menyuarakan agar pemerintah pusat menepati seluruh isi perjanjian damai yang telah disepakati bersama di Helsinki.

Media Asatu Online kerap kali meliput kegiatan dan pernyataan Abu Razak. Dalam berbagai kesempatan, beliau selalu menyuarakan agar Pemerintah Republik Indonesia benar-benar melaksanakan butir-butir perjanjian damai.

Meski posisinya di KONI Aceh sudah cukup terpandang, jiwa perjuangannya tak pernah surut dalam mengawal kepentingan rakyat. Bagi Abu Razak, keadilan di Aceh harus ditegakkan secara menyeluruh agar tidak terulang sejarah konflik di masa lalu.

Beberapa tokoh masyarakat dan mantan pejuang lainnya turut menyampaikan pandangan mereka tentang perjuangan Abu Razak. Salah satu rekannya mengungkapkan bahwa Abu Razak selalu mengingatkan akan sejarah pahit masa lalu ketika Aceh merasa dikhianati oleh pemerintah pusat.

“Beliau tak ingin kejadian serupa terulang, karena itulah beliau terus memperjuangkan keadilan sesuai amanah damai Helsinki,” ujarnya.

H. Said Abdullah berharap agar pemerintah pusat serta pihak terkait lainnya mendengar dan menghargai amanah perjuangan Abu Razak. “Semoga apa yang telah diperjuangkan almarhum dapat diteruskan oleh para pemimpin Aceh saat ini. Jangan biarkan perjuangan beliau sia-sia,” harapnya.

Ia juga mendorong agar Gubernur Aceh, DPRA, dan Wali Nanggroe terus mengawal amanah tersebut.

Aceh akan selalu mengenang Abu Razak sebagai tokoh pejuang keadilan yang berani dan konsisten dalam memperjuangkan hak-hak rakyatnya. Kepergiannya meninggalkan kekosongan yang sulit tergantikan. Semoga perjuangannya menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk terus menjaga amanah perdamaian dan keadilan di bumi Aceh. [Marwan]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *