Musrenbang Sawah Besar Sepakati 155 Usulan, Penataan RW Kumuh Jadi Prioritas

Jakarta, Asatu Online – Sidang pleno kedua Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sawah Besar menyepakati 155 usulan yang akan diteruskan ke tingkat kota. Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, menegaskan bahwa Musrenbang harus menjadi solusi konkret dalam menata kawasan RW kumuh yang masih ada di wilayah tersebut.

Arifin mengungkapkan, lima kelurahan di Kecamatan Sawah Besar masih memiliki sekitar 20 RW kumuh yang membutuhkan perhatian serius. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan permasalahan ini secara bertahap guna meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.

“Kita tidak boleh mengabaikan RW kumuh di wilayah ini. Jakarta tengah berupaya menjadi kota global, dan lingkungan permukiman juga harus memenuhi standar global,” ujar Arifin.

Sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan, Arifin juga mengajak warga membentuk bank sampah di setiap RW. Menurutnya, selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, bank sampah yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Mayoritas Usulan Berfokus pada Infrastruktur

Camat Sawah Besar, Ronny Jarkpiko, menjelaskan bahwa dari 195 usulan yang diajukan dalam sidang pleno, sebanyak 40 usulan tidak direkomendasikan karena pernah diajukan sebelumnya atau tidak memenuhi ketentuan teknis.

Dari 155 usulan yang diteruskan ke tingkat kota, mayoritas berfokus pada perbaikan infrastruktur dan peningkatan layanan publik dengan rincian sebagai berikut: 40% pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan, 32% peningkatan infrastruktur permukiman,16% penyediaan fasilitas kesehatan masyarakat,12% penyediaan sarana pendidikan dan kebudayaan.

Musrenbang sebagai Wadah Aspirasi Masyarakat

Arifin menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum penting bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan di wilayahnya. Ia berkomitmen mengawal setiap usulan hingga tingkat provinsi agar sejalan dengan program prioritas pemerintah daerah.

Selain penataan kawasan kumuh, Musrenbang Kecamatan Sawah Besar juga membahas berbagai isu strategis, seperti pengurasan saluran air, perbaikan jalan, serta penertiban parkir liar di trotoar.

“Dengan adanya Musrenbang ini, kita bisa mengidentifikasi persoalan mendasar di masyarakat, mulai dari infrastruktur, sumber daya air, hingga kemacetan. Semua ini akan kita kawal hingga tingkat provinsi,” tegas Arifin.

Sebagai langkah strategis dalam menangani RW kumuh, pemerintah menggunakan 11 indikator untuk mengkategorikan tingkat keparahan kawasan, mulai dari ringan hingga sangat berat. Pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan setiap RW.

Musrenbang Kecamatan Sawah Besar menjadi langkah awal dalam mewujudkan lingkungan yang lebih baik dan layak huni bagi masyarakat. Pemerintah berkomitmen untuk terus merealisasikan program pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan warga.

Laporan wartawan : Budi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *