Irjen Yan Sultra Tegaskan Kasus Proyek MOT RSUP Babel Atensi Khusus

  • Bagikan

Kapolda Babel Irjen Yan Sultra dalam kegiatan HUT Bhayangkara 77 di Halaman Mapolda Babel, Sabtu 1 Juli 2023 ( Foto : ant)

Pangkalpinang, Asatu Online – Kapolda Irjen Yan Sultra mengaku pihaknya melalui Polres Bangka telah memulai melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi pada pengadaan modular operating theatre (MOT) di  Rumah Sakit Umum (RSUP), Air Anyir, Bangka Belitung. Adapun surat perjanjian kontrak tertuang dalam nomor 445/001/03.1/RSUDP/MOT/VII/2021 tanggal 12 Juli 2021. Dengan kontraktor adalah PT Bhakti Wira Husada.

Irjen Yan Sultra memerintahkan agar penyidik Tipikor di Polres Bangka untuk serius menangani kasus MOT dengan nilai Rp 5.798.000.000  bersumber dari anggaran DAK Juli 2021. Dengan dugaan kalau pengadaan tersebut tanpa kajian sehingga menyebabkan pengadaan yang sia-sia itu. Dimana sejak diadakan tahun 2021 lalu hingga detik ini tak terfungsikan sama sekali.

“Kalau memang pengadaanya diduga kuat sia-sia sehingga penyidiknya harus memanggil ahli untuk melakukan kajianya. Kalau itu memang sebagai kerugian negara maka segera sidik dan munculkan tersangka yang harus bertanggung jawab secara hukum yang berlaku,” tegas Irjen Yan Sultra usai mengikuti kegiatan HUT Bhayangkara 77, Sabtu ( 1/7/2023) di Pangkalpinang.

“Penyidikan ini saya tegaskan agar betul-betul dilaksanakan dengan serius dan profesional. Mengingat ini terkait langsung dengan kepentingan hajat hidup masyarakat banyak di bidang kesehatan. Selain itu juga pengadaan tersebut telah menyedot anggaran yang besar, namun diduga sia-sia,” tambah mantan wakil Direktur,  Tipikor Mabes Polri.

Penanganan kasus ini akan menjadi atensi dirinya selaku Kapolda. Namun bilamana penangananya lamban –terlebih mandeg- maka penyidikanya akan diambil alih oleh penyidik Tipikor Polda Bangka Belitung.  “Masyarakat juga harus mengawal penanganan kasus ini. Kalau sampai penyelidikan serta penyidikanya lamban maka saya perintahkan untuk diambil alih Polda saja,” tegas jenderal bintang 2 itu.

Dia juga menambahkan dengan memberikan tantangan kepada penyidik Polres untuk mampu menciptakan produk penyidikan di bidang tipikor. Mengingat penyidikan Polres di bidang tipikor selama ini masih  minim. Bahkan diharapkanya penyidikan pada dugaan korupsi-korupsi dengan kerugian negara yang besar. “Ini tentunya akan menjadi prestasi, kita berharap para penyidiknya  punya prestasi,” harapnya.

Sementara itu Pj Gubernur Bangka Belitung Dr Suganda Pandapotan Pasaribu memberikan dukungan penuh kepada Polisi yang telah mulai dalam menyelidiki dan menyidik atas dugaan maling besar yang terjadi di rumah sakit umum Provinsi (RSUP) Bangka Belitung.

“Ya momen istimewa (HUT Polri). Kita dukung penuh pokoknya,” kata Suganda.

Suganda mengatakan soal maling besar juga telah mulai didalami oleh penegak hukum lain seperti Komisi pemberantasan korupsi (KPK). “KPK juga sudah saya laporkan. Mereka juga sudah menindaklanjutinya,” kata Sekjen Ombudsman RI.

Dia juga secara tersirat membenarkan salah satu terduga maling besar itu ada di RSUP. Baginya yang terpenting semuanya sudah dilaporkan semua ke institusi penegak hukum itu.

Sewaktu ditanyakan oleh wartawan, apakah benar salah satu maling besar itu ada di RSUP Babel?

“Semua sudah dilaporkan ya,” tukasnya seraya mengangguk lepaskan tawa dengan berlalu guna ke Mapolda syukuran HUT 77.

Sebelumnya Tipikor Polres Bangka mulai menyidik atas dugaan korupsi pada pengadaan modular operating theatre (MOT) di  Rumah Sakit Umum (RSUP), Air Anyir, Bangka Belitung senilai Rp 6 milyar itu. (jjni)

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *