Komisi III DPRD Babel Soroti Antrean BBM Panjang di SPBU

  • Bagikan

Pangkalpinang, Asatuonline.id – Wakil Ketua Komisi III DPRD Babel, Azwari Helmi menyoroti persoalan pelayanan di sejumlah SPBU terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kendati harga pertalite sudah Rp10.000 per liter, namun antrean panjang masih terjadi di setiap SPBU di Kota Pangkalpinang.

“Kita merasakan juga antrean, bukan hanya masyarakat yang merasakan ketidak nyamanan ini. Padahal kita harapkan naiknya BBM harus diimbangi dengan naiknya pelayanan di SPBU,” kata Wakil Ketua Komisi III DPRD Babel, Azwari Helmi, Jumat (21/10/2022).

Politikus PPP ini, menegaskan seharusnya persoalan antrean ini dapat diselesikan baik dari Pertamina ataupun pelaku usaha SPBU sehingga tidak ada lagi antrean saat membeli BBM.

“Kita harapkan naiknya BBM itu baik dari Pertalite hingga jenis lainnya, seharusnya diimbangi pelayanan terhadap masyarakat. Karena sudah cukup mahal harga BBM saat ini, tetapi masih terjadi kesulitan membeli BBM,” katanya.

Helmi juga saat ini, masih merasakan keheranan, disamping pengerit/penimbun yang sudah sering ditertibkan, tetapi pengendara masih kesulitan mendapatkan BBM.

“Okelah masyarakat saat ini, telah mengikuti kenaikan harga BBM yang telah ditetapkan pemerintah. Tetapi masyarakat juga berhak diberikan pelayanan yang baik. Satu di antaranya tidak ada lagi antrean saat membeli. Tetapi nyatanya masih ada,” keluhnya.

Helmi memprediksi, masih terjadinya antrean saat membeli BBM disebabkan karena kurangnya pasokan BBM, terutama jenis Pertalite yang banyak digunakan masyarakat.

“Saya rasa kurang banyak kuota BBM-nya, kalau jumlah SPBU saya rasa sudah banyak ada di mana-mana bahkan sudah ada Pertashop,” katanya.

Lebih jauh, Helmi mengatakan kondisi antrean di SPBU ini merata terjadi di sejumlah SPBU di Babel, bahkan di Sumatera Selatan juga mengalami persoalan yang sama.

“Kami dari DPRD telah berusaha ingin menanyakan persoalan ini ke Pertamina di Sumsel, tetapi saat itu kami tidak dapat bertemu. Karena alasan tidak ada pejabat yang bisa menemui,” lanjutnya.

Solusi yang harus dikerjakan, kata Helmi yaitu dengan menambah kuota BBM di sejumlah SPBU sehingga tidak lagi terjadi antrean dan masyarakat dapat dengan mudah mengisi BBM.

“Solusinya kuota yang ditambah. Karena pernah saya isi BBM pada siang hari tidak ada lagi atau habis. Itu terjadi sudah berapa kali. Sehingga perlu ditambah kuota Pertalite ini,” tegasnya.

 45 total views

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *