Caption : Lepas sambut kepemimpinan dari Penjabat (Pj.) Kepala Desa, Hj. Namin, S.Pd., M.M., kepada Kepala Desa definitif terpilih, Ayatulloh.
Bekasi, Asatu Online — Pergantian kepemimpinan di Desa Pahlawan Setia, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, bukan sekadar seremoni serah terima jabatan (sertijab). Momentum ini menjadi titik awal pembuktian bagi Kepala Desa definitif, Ayatulloh, untuk menjawab kepercayaan masyarakat melalui kerja nyata, transparansi pemerintahan, dan pembangunan yang merata.
Pemerintah Desa Pahlawan Setia menggelar kegiatan lepas sambut kepemimpinan dari Penjabat (Pj.) Kepala Desa, Hj. Namin, S.Pd., M.M., kepada Kepala Desa definitif terpilih, Ayatulloh, Kamis (5/11/2026).
Dalam prosesi tersebut, Namin secara simbolis menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Ayatulloh sebagai bagian dari kesinambungan penyelenggaraan pemerintahan desa sekaligus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Meski mengemban amanah sebagai Pj. Kepala Desa dalam waktu relatif singkat, Namin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh perangkat desa serta masyarakat yang telah memberikan dukungan selama dirinya menjalankan tugas.
Dengan nada haru, Namin berpesan agar kepemimpinan baru mampu menjaga persatuan masyarakat. Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan politik tidak menjadi alasan untuk membeda-bedakan warga dalam mendapatkan pelayanan pemerintahan.
“Saya titipkan Desa Pahlawan Setia ini kepada Pak Ayatulloh. Jaga persatuan, layani warga tanpa membeda-bedakan pilihan. Saya mohon maaf jika selama menjabat ada kekurangan,” ujar Namin.
Ia berharap kepala desa definitif dapat melanjutkan roda pemerintahan dengan mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Sementara itu, Ayatulloh menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Namin atas dedikasi serta upayanya menjaga keberlangsungan pemerintahan Desa Pahlawan Setia hingga proses pergantian kepemimpinan.
Namun, berakhirnya prosesi sertijab bukan berarti tugas telah selesai. Justru, sejak estafet kepemimpinan diterima, tanggung jawab besar mulai melekat di pundaknya.
Kepercayaan masyarakat, menurut esensi komitmen kepemimpinan yang harus dijalankan, tidak cukup dibalas dengan pidato dan janji perubahan. Dibutuhkan langkah konkret, kebijakan yang berpihak kepada warga, serta hasil pembangunan yang dapat dirasakan secara langsung.
Janji Politik Jangan Berhenti di Atas Panggung
Pergantian kepala desa selalu membawa harapan baru sekaligus konsekuensi terhadap arah pembangunan dan kualitas pelayanan publik. Masyarakat tidak membutuhkan sekadar narasi perubahan, tetapi bukti nyata dari setiap program yang dijalankan.
Ada sejumlah pekerjaan rumah yang tidak boleh dikesampingkan pemerintahan baru. Mulai dari transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa, pemerataan pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan kualitas pelayanan administrasi pemerintahan.
Pengelolaan anggaran desa juga harus terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiap rupiah yang bersumber dari uang negara maupun pendapatan desa harus jelas peruntukan, pelaksanaan, dan manfaatnya bagi masyarakat.
Begitu pula pembangunan. Jangan sampai program hanya terlihat dalam laporan administratif atau papan proyek, sementara manfaatnya belum sepenuhnya dirasakan warga.
Kepemimpinan desa juga dituntut mampu membangun komunikasi terbuka dengan masyarakat, mengakomodasi aspirasi warga, serta tidak menjadikan perbedaan pilihan politik sebagai sekat dalam pelayanan maupun pelaksanaan pembangunan.
Kini, masyarakat Pahlawan Setia menanti realisasi komitmen kepemimpinan Ayatulloh. Publik tentu memiliki hak untuk mengetahui bagaimana anggaran dikelola, program disusun, pembangunan dilaksanakan, dan pelayanan diberikan.
Sebab, ukuran keberhasilan seorang kepala desa bukan terletak pada kemeriahan pelantikan, seremoni sertijab, ataupun panjangnya daftar janji saat awal menjabat. Ukurannya adalah keterbukaan pemerintahan, ketepatan penggunaan anggaran, pemerataan pembangunan, serta manfaat kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat.
Estafet kepemimpinan telah berpindah. Amanah telah diterima. Kini, bukan lagi janji yang ditunggu, melainkan bukti. Waktu dan kinerja akan menjadi jawaban atas kepercayaan masyarakat Desa Pahlawan Setia. (*)















