Asatu Online, Jakarta — Konsolidasi politik pemuda di Ibu Kota memasuki babak baru. Lima Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Bintang Muda Indonesia (BMI) Demokrat se-DKI Jakarta resmi dilantik dan dikukuhkan, Sabtu (29/8/2026).
Pelantikan yang berlangsung di Hotel Naraya, DKI Jakarta, tersebut bukan sekadar agenda seremonial organisasi. Pengukuhan ini menjadi penanda dimulainya penguatan mesin organisasi BMI Demokrat hingga tingkat kota sekaligus menegaskan kesiapan kader muda untuk mengambil peran lebih besar di tengah dinamika Jakarta.
Menariknya, kemeriahan pelantikan turut terlihat dari puluhan karangan bunga ucapan selamat yang memenuhi kawasan sekitar lokasi acara. Dukungan tersebut menjadi salah satu penanda antusiasme terhadap terbentuknya kepengurusan baru BMI Demokrat di lima wilayah Jakarta.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat. Surat Keputusan (SK) pengurus dibacakan Ketua Harian Dewan Pimpinan Nasional (DPN) BMI, Aditiya Utama, yang hadir mewakili Sekretaris Jenderal DPN BMI.
Lima pengurus DPC BMI Demokrat yang resmi mengemban amanah tersebut yakni Dimas Haryo Pribadi, S.Sos., M.M., CPC sebagai Ketua DPC BMI Jakarta Timur; Jamaludin sebagai Ketua DPC BMI Jakarta Utara; Deni Herman Latuheru sebagai Ketua DPC BMI Jakarta Pusat; Muhammad Aulia Akbar sebagai Ketua DPC BMI Jakarta Barat; serta Robi Seftiahandi sebagai Ketua DPC BMI Jakarta Selatan.
Pelantikan organisasi sayap Partai Demokrat tersebut dihadiri sejumlah tokoh lintas sektor. Dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hadir perwakilan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Drs. Abdul Khalit, M.Si., Ph.D.
Sementara Polda Metro Jaya diwakili Kasubdit Politik Intelijen Keamanan Dit Intelkam, AKBP Danu Wiyata, S.I.K.
Tokoh senior Partai Demokrat juga turut hadir, salah satunya pendiri sekaligus Ketua Umum pertama Partai Demokrat, Prof. Dr. Subur Budhisantoso. Hadir pula perwakilan DPP Partai Demokrat dari Badan Saksi Nasional (BSN), para ketua organisasi sayap Partai Demokrat, pimpinan organisasi kemasyarakatan dan tokoh masyarakat se-DKI Jakarta.
Dalam arahannya, Ketua Umum DPN BMI, Farkhan Effendi atau Cak Farkhan, mengingatkan jajaran pengurus agar tidak menjadikan organisasi hanya sebagai wadah politik, tetapi juga sebagai ruang pengabdian yang berpegang pada nilai moral dan spiritual.
“Kerja organisasi harus senantiasa berada dalam koridor agama agar perjuangan kita terarah dan tidak melenceng dari nilai-nilai luhur,” pesan Cak Farkhan.
Pesan tersebut sejalan dengan komitmen Ketua DPD BMI DKI Jakarta, Mirza Mustakim, yang menempatkan pemuda sebagai kekuatan penting dalam mendorong perubahan di Ibu Kota.
Mirza menegaskan, BMI DKI Jakarta tidak ingin berhenti pada konsolidasi internal. Menurutnya, energi organisasi harus diterjemahkan menjadi kerja nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
“Pemuda BMI DKI Jakarta siap melakukan perubahan positif. Kami percaya bahwa perubahan besar itu harus dan akan terjadi mulai dari Jakarta. Mari kita bersama-sama bergandengan tangan, membawa energi baru untuk ibu kota,” tegas Mirza.
Sementara Sekretaris DPD BMI DKI Jakarta, Darmawan, menekankan pentingnya memperkuat struktur organisasi sampai ke tingkat akar rumput.
Menurutnya, kepengurusan yang tertata dan kader yang solid merupakan modal utama agar BMI mampu mengawal berbagai aspirasi generasi muda Jakarta.
“Kesiapan administratif dan soliditas kader di tingkat cabang akan menjadi mesin penggerak utama dalam mengawal aspirasi pemuda di seluruh wilayah ibu kota,” ujar Darmawan.
Bendahara DPD BMI DKI Jakarta, Desmonth atau yang akrab disapa Bang Desmonth, memberikan penekanan berbeda. Menurutnya, keberadaan organisasi harus diwujudkan melalui aksi sosial yang konkret.
Sebagai pegiat sosial sekaligus pendiri komunitas “Sobat Bang Desmonth”, ia menilai politik dan organisasi kepemudaan harus memiliki keberpihakan nyata terhadap kepentingan masyarakat.
“Kerja-kerja organisasi pada hakikatnya adalah kerja-kerja sosial untuk kemaslahatan umat. Kehadiran BMI harus memberikan dampak positif, solusi nyata, dan manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat luas,” tutur Bang Desmonth.
Ia pun mengajak pemuda Jakarta agar tidak apatis terhadap persoalan sosial. Sebaliknya, generasi muda harus hadir sebagai bagian dari solusi dan berani mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.
Ketua Panitia Pelaksana, Bhisma, menegaskan pelantikan tersebut menjadi titik awal bagi jajaran pengurus untuk turun langsung ke lapangan.
“Pelantikan ini merupakan momentum awal bagi kami semua untuk langsung turun ke lapangan melakukan aksi-aksi nyata di seluruh wilayah DKI Jakarta,” pungkasnya.
Dengan dilantiknya lima DPC tersebut, konsolidasi BMI Demokrat di DKI Jakarta memasuki fase baru. Struktur organisasi kini dituntut tidak hanya solid secara internal, tetapi juga mampu membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat.
BMI DKI Jakarta menyatakan membuka ruang seluas-luasnya bagi generasi muda untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, kepemudaan dan pengawalan kebijakan publik.
Pantauan Asatu Online, puluhan karangan bunga ucapan selamat tampak memenuhi kawasan sekitar lokasi pelantikan. Karangan bunga tersebut datang sebagai bentuk ucapan selamat atas dikukuhkannya jajaran pengurus baru DPC BMI Demokrat se-DKI Jakarta.
Momentum tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa setelah pelantikan, tantangan sesungguhnya bagi para pengurus baru adalah membuktikan komitmen melalui kerja nyata di tengah masyarakat. (wahyu)
















