Pangkalpinang, Asatu Online – Program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) yang dijalankan PT TIMAH (Persero) Tbk terus menunjukkan hasil nyata dalam mendorong pertumbuhan pelaku usaha. Sepanjang 2025, sebanyak 16 mitra binaan berhasil naik kelas setelah mencatatkan peningkatan kinerja dan kapasitas usaha.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan PT TIMAH tidak hanya menghadirkan akses permodalan, tetapi juga mampu meningkatkan daya saing UMKM agar berkembang lebih mandiri dan berkelanjutan.
Status UMKM Naik Kelas diberikan kepada mitra binaan yang mampu memenuhi sedikitnya dua indikator perkembangan usaha. Indikator itu meliputi peningkatan jumlah tenaga kerja, kenaikan nilai pinjaman usaha, bertambahnya kapasitas produksi, peningkatan omzet, pelibatan masyarakat sekitar dalam proses produksi, perluasan pasar hingga ke luar daerah maupun mancanegara, serta keberhasilan memperoleh sertifikasi nasional maupun internasional.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa program PUMK PT TIMAH mampu mendorong UMKM tumbuh lebih kompetitif sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Melalui program ini, PT TIMAH tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan, tetapi juga menghadirkan pembinaan berkelanjutan. Berbagai pelatihan diberikan, mulai dari manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, strategi pemasaran, digitalisasi UMKM, hingga fasilitasi promosi melalui pameran dan berbagai forum bisnis.
Pendampingan tersebut diharapkan mampu mendorong pelaku UMKM terus berinovasi, memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan kualitas produk, serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya.
Department Head Corporate Communication PT TIMAH, Anggi Siahaan, mengatakan pemberdayaan UMKM menjadi salah satu fokus perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah operasional.
“PT TIMAH terus berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga meningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar mampu berkembang dan memiliki daya saing. Perusahaan berharap program pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan mampu memberikan dampak positif bagi perkembangan usaha mereka,” ujar Anggi.
Ia menambahkan, PT TIMAH akan terus memperkuat program pembinaan melalui pelatihan, pendampingan usaha, fasilitasi promosi, hingga perluasan akses pasar. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan lebih banyak UMKM yang naik kelas, menciptakan lapangan kerja baru, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Program PUMK PT TIMAH telah dijalankan sejak tahun 2000. Hingga 2025, program tersebut tercatat telah mendukung pengembangan usaha bagi 9.787 pelaku UMKM di berbagai wilayah operasional perusahaan di Indonesia. (*)















