Aceh  

Pemkab Aceh Besar Terima Mahasiswa KKN USK

Kota Jantho, Asatu Online – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar resmi menerima ratusan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) yang akan mengabdi di berbagai kecamatan dan gampong. Kehadiran para mahasiswa diharapkan menjadi energi baru dalam mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat berbasis gampong.

Prosesi penyerahan mahasiswa KKN berlangsung di halaman Gedung Dekranasda Aceh Besar, Gampong Gani, Kecamatan Ingin Jaya, Selasa (7/7/2026). Program tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan sekaligus belajar langsung dari dinamika kehidupan masyarakat.

Mewakili Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Fata Muhammad, S.Pd.I., M.M., menyampaikan apresiasi kepada Universitas Syiah Kuala yang kembali mempercayakan Aceh Besar sebagai lokasi pelaksanaan KKN.

“Kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh mahasiswa KKN USK. Terima kasih kepada Rektor USK yang kembali memilih Aceh Besar sebagai tempat belajar sekaligus mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Fata Muhammad, KKN merupakan jembatan yang menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Karena itu, mahasiswa diharapkan tidak hanya menerapkan ilmu yang dimiliki, tetapi juga mampu memahami persoalan di lapangan dan menghadirkan solusi yang inovatif.

“Mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari masyarakat, memahami kondisi sosial yang ada, lalu melahirkan gagasan dan solusi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah,” katanya.

Ia juga mengingatkan seluruh mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian serta membangun komunikasi yang baik dengan aparatur gampong, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.

“Jagalah nama baik Universitas Syiah Kuala, hormati adat istiadat setempat, dan jadilah bagian dari masyarakat selama melaksanakan KKN,” pesannya.

Selama berada di lokasi pengabdian, mahasiswa akan menjalankan berbagai program di bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi, hingga pengembangan potensi lokal. Berbagai inovasi yang lahir dari program tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Fata Muhammad berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Universitas Syiah Kuala terus diperkuat sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan daerah melalui kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Prof. Dr. Heru Fahlevi, S.E., M.Sc., Ak., CA., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter mahasiswa sebagai agen perubahan.

“Jadikan kesempatan ini bukan hanya untuk meningkatkan literasi masyarakat, tetapi juga sebagai momentum membentuk diri menjadi pribadi yang lebih baik dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh mahasiswa memanfaatkan masa pengabdian secara maksimal dengan menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat serta memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra pembangunan. [Marwan]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *