Pangkalpinang, Asatu Online — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pangkalpinang meningkatkan kewaspadaan selama libur Lebaran 2026 dengan mengintensifkan patroli di sejumlah objek wisata pantai. Langkah ini dilakukan seiring meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan yang berpotensi memicu risiko kecelakaan.
Kepala Bidang BPBD Kota Pangkalpinang, Nur Ikhsan, mengatakan lonjakan pengunjung sudah mulai terlihat sejak awal masa libur dan diperkirakan mencapai puncaknya pada akhir pekan.
“Pengunjung objek wisata pantai terus meningkat dan diprediksi mencapai puncak pada Minggu (29/3),” ujarnya.
Untuk mengantisipasi potensi bencana, BPBD mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) ke sejumlah titik rawan. Pengawasan difokuskan pada kawasan rawan banjir serta pantai dengan risiko kecelakaan seperti tenggelam dan terseret arus.
Berbeda dari tahun sebelumnya, BPBD tidak mendirikan posko khusus selama libur Lebaran. Pola pengamanan dialihkan dengan memperkuat patroli aktif di lapangan guna mempercepat respons terhadap situasi darurat.
“Tidak ada posko khusus, kami fokus pada patroli intensif di titik rawan dan kawasan wisata,” jelasnya.
Nur Ikhsan menambahkan, potensi lonjakan tertinggi diperkirakan terjadi pada Sabtu (28/3) dan Minggu (29/3). Kondisi ini diperparah oleh cuaca yang tidak menentu serta pasang surut air laut yang sulit diprediksi.
“Cuaca dan pasang air laut saat ini cenderung berubah-ubah, sehingga perlu diwaspadai karena bisa membahayakan pengunjung,” katanya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, termasuk mematuhi arahan petugas di lapangan.
“Kami minta pengunjung mengikuti petunjuk petugas patroli dan orang tua wajib mengawasi anak-anak saat bermain di pantai,” tegasnya. (*)














