Rahmad Sukendar: Bongkar Korupsi Pelindo Bengkulu, Kejati Harus Didukung Publik!  

Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar (Foto : Ist)

Bengkulu, Asatu Online– Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, buka suara soal pengusutan dugaan korupsi tambang batu bara di Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu. Ia menyebut langkah Kejati Bengkulu sangat berani dan layak diapresiasi.

“Saya beri apresiasi setinggi-tingginya kepada Kejati Bengkulu. Ini langkah konkret bersihkan sektor SDA dari mafia korup,” kata Rahmad, Rabu (23/7/2025).

Kejati Bengkulu memang sedang mengusut dugaan korupsi di tubuh PT Pelindo Regional II Bengkulu. Penanganannya dilakukan oleh tim Pidana Khusus (Pidsus).

Empat petinggi Pelindo Bengkulu bakal diperiksa. Mereka antara lain GM S. Joko, Plh Manager Keuangan Iwan Santosa, Manager Hukum M. Bagus Sentiko D, dan Manager Operasi Dody Nata Irawan.

Dugaan penyimpangan terjadi dalam aktivitas bongkar muat batu bara. Sektor yang selama ini dikenal sebagai “lahan basah” bagi oknum nakal.

Rahmad menegaskan kasus ini tak boleh mandek. Semua pihak yang terlibat harus diproses sampai tuntas.

“Jangan beri ruang sedikit pun untuk mafia tambang. Siapapun yang terlibat harus dihukum maksimal. Hukum tak boleh bisa dibeli!” tegasnya.

Ia menekankan, publik harus ikut mengawal proses hukum ini. Apalagi sektor pelabuhan dan batu bara menyangkut kepentingan negara dan rakyat.

“Ini bukan soal satu dua orang. Ini soal penyelamatan aset negara. Harus ada efek jera,” ujar Rahmad.

Menurutnya, kasus ini bisa jadi momentum untuk menegaskan bahwa BUMN seperti Pelindo harus bersih dan akuntabel.

“Kalau perusahaan negara saja ikut main kotor, bagaimana dengan yang lainnya?” imbuhnya.

BPI KPNPA RI, lanjut Rahmad, siap mendampingi proses hukum hingga selesai. Mereka akan terus memberi dukungan kepada aparat penegak hukum yang berani dan profesional.

“Kami tidak tinggal diam. Kami kawal terus. Jangan sampai kasus ini dilokalisir atau diintervensi,” katanya.

Rahmad juga meminta masyarakat Bengkulu untuk bersuara. Menurutnya, dukungan publik bisa jadi benteng kuat untuk Kejati.

“Semakin kuat dukungan rakyat, semakin kecil peluang intervensi. Jangan biarkan Kejati jalan sendiri,” katanya.

Terakhir, ia menegaskan, jangan anggap sepele korupsi di sektor tambang. Nilainya bisa triliunan dan dampaknya luar biasa.

“Kita harus habisi mafia tambang sampai ke akar. Ini momen penting. Jangan disia-siakan,” tutup Rahmad. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *