Dek Fadh Hadiri Maulid Nabi di Dayah Inshafuddin, Perkuat Silaturahmi dan Syiar Islam

Caption: peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dayah Terpadu Inshafuddin, Lambaro Skep, Banda Aceh

Banda Aceh, Asatu Online — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah atau yang akrab disapa Dek Fadh, menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dayah Terpadu Inshafuddin, Lambaro Skep, Banda Aceh, Senin (12/10/2026). Kehadiran orang nomor dua di Pemerintah Aceh tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat.

Kedatangan Dek Fadh disambut langsung oleh pimpinan Dayah Terpadu Inshafuddin, Tgk. M. Daud Hasbi, bersama jajaran pengurus dayah. Suasana penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan keagamaan yang menjadi bagian dari tradisi masyarakat Aceh dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Peringatan Maulid Nabi bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, momentum ini menjadi pengingat bagi umat Islam untuk kembali menghayati ajaran Rasulullah serta menerapkan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai luhur yang diwariskan Nabi Muhammad SAW, seperti kejujuran, amanah, kesabaran, kepedulian terhadap sesama, dan semangat menjaga persaudaraan, tetap relevan sebagai fondasi dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis.

Di Aceh, peringatan Maulid Nabi memiliki makna yang kuat karena telah menjadi tradisi keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun. Pelaksanaannya di lingkungan dayah juga mempertegas peran lembaga pendidikan Islam dalam menjaga tradisi, memperkuat syiar Islam, serta membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai agama.

Dayah Terpadu Inshafuddin menjadi salah satu bagian dari ekosistem pendidikan Islam di Banda Aceh yang berperan dalam pembinaan keagamaan dan karakter generasi. Melalui kegiatan seperti peringatan Maulid Nabi, hubungan antara ulama, santri, pemerintah, dan masyarakat dapat terus dipererat.

Kehadiran Wakil Gubernur Aceh dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan perhatian pemerintah terhadap kehidupan keagamaan dan keberadaan lembaga pendidikan Islam. Dayah memiliki peran strategis, tidak hanya dalam pendidikan agama, tetapi juga dalam menanamkan akhlak, membangun karakter, dan menjaga nilai-nilai keislaman di tengah dinamika kehidupan modern.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Dayah Terpadu Inshafuddin pun menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah dan mempererat hubungan antara Pemerintah Aceh dengan kalangan ulama serta pengelola dayah.

Semangat Maulid diharapkan tidak berhenti pada perayaan, tetapi diwujudkan melalui perilaku yang mencerminkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun dalam menjalankan amanah kepada masyarakat.

Dengan demikian, nilai-nilai Maulid Nabi dapat terus hidup dan menjadi landasan dalam membangun masyarakat Aceh yang religius, berakhlak, dan menjunjung tinggi persaudaraan. (*)

Penulis: Marwan/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *