BSI Aceh Siapkan 275 Kuota Sertifikasi Halal UMKM, Target KUR Rp350 Miliar

Banda Aceh, Asatu Online – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) Regional Aceh menyiapkan 275 kuota sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya saing produk sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Aceh.

Fasilitasi tersebut disiapkan melalui Financial Clinic UMKM dalam kegiatan Syariah Financial Fair (SYAFIF) Goes to Aceh 2026.

Program ini merupakan kolaborasi BSI dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Regional CEO BSI Aceh, Imsak Ramadhan, mengatakan pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan memberikan akses permodalan. Pelaku usaha juga membutuhkan pendampingan pengelolaan keuangan dan peningkatan kualitas produk.

Menurutnya, sertifikasi halal menjadi salah satu faktor penting untuk membangun kepercayaan konsumen dan memperluas jangkauan pemasaran.

“Melalui Financial Clinic UMKM ini, BSI ingin hadir lebih dekat dengan pelaku usaha, tidak hanya melalui layanan perbankan dan keuangan syariah, tetapi juga melalui konsultasi dan fasilitasi yang mendukung pengembangan bisnis,” kata Imsak, Jumat (9/10/2026).

Ia berharap kolaborasi dengan Kemenag dan BPJPH dapat membantu lebih banyak UMKM mendapatkan pendampingan untuk memenuhi persyaratan sertifikasi halal.

BSI menilai fasilitasi tersebut penting menjelang 18 Oktober 2026, yang disebut sebagai momentum pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal bagi produk tertentu sesuai ketentuan yang berlaku.

Sertifikasi halal diharapkan tidak hanya membantu pelaku usaha memenuhi regulasi, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk dan membuka peluang pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, BSI Regional Aceh juga menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp350 miliar.

Pembiayaan tersebut diarahkan untuk mendukung pelaku UMKM dalam meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat pengelolaan usaha, hingga memperluas pemasaran.

BSI berharap akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pelaku usaha dapat mendorong pertumbuhan UMKM secara berkelanjutan.

Melalui Financial Clinic UMKM, BSI berupaya menggabungkan pendampingan keuangan, fasilitasi sertifikasi halal, dan akses permodalan. Upaya ini diharapkan memperkuat daya saing UMKM sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah di Aceh.(mrw/mn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *