Mahdi Nurdin Minta Kematian Taruna Poltekpel Malahayati Diusut Tuntas

Aceh Besar, Asatu Online — Ketua DPP Yayasan Ampera Bidang Kelautan dan Perikanan Aceh, Mahdi Nurdin, meminta kematian taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati, Muhammad Rasya Fadilah (18), diusut tuntas.

Rasya dilaporkan meninggal dunia pada Minggu (27/9/2026), setelah mengikuti rangkaian orientasi studi dan pengenalan kampus (Ospek) sebagai taruna baru.

Keluarga korban disebut mempertanyakan kondisi tubuh Rasya dan telah meminta pemeriksaan medis serta visum et repertum untuk memastikan penyebab kematiannya.

Mahdi meminta aparat membuka seluruh rangkaian peristiwa sebelum Rasya meninggal. Mulai dari kegiatan Ospek, kondisi kesehatan korban, penanganan medis hingga kondisi tubuh saat dibawa ke rumah sakit.

“Usut sampai tuntas. Jangan ada informasi yang ditutup-tutupi. Jika ada pelanggaran atau kekerasan, siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum. Kalau tidak ada kekerasan, itu juga harus dijelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan,” kata Mahdi.

Desakan itu muncul setelah keluarga mengaku menemukan lebam atau tanda pada tubuh korban yang memunculkan dugaan kemungkinan kekerasan.

Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan. Penyebab kematian masih membutuhkan pembuktian melalui pemeriksaan medis dan penyelidikan aparat.

Mahdi meminta polisi memeriksa seluruh pihak yang mengetahui rangkaian kejadian, termasuk keluarga, sesama taruna, pihak kampus, tenaga medis, dan pihak yang terlibat dalam kegiatan Ospek.

“Nyawa seorang anak muda tidak boleh menjadi tanda tanya. Keluarga berhak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Karena itu, pemeriksaan harus objektif dan mengedepankan hasil visum serta bukti lainnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar kegiatan pembinaan dan orientasi taruna di lingkungan pendidikan pelayaran tidak dilakukan dengan cara yang berisiko terhadap keselamatan peserta didik.

Poltekpel Malahayati merupakan perguruan tinggi vokasi bidang pelayaran di bawah Kementerian Perhubungan yang berlokasi di Ladong, Aceh Besar.

Hingga kini, penyebab pasti kematian Rasya masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan resmi. Pihak Poltekpel Malahayati juga belum memberikan keterangan lengkap mengenai kronologi kejadian.

Mahdi berharap penyelidikan dilakukan transparan agar keluarga mendapat kepastian dan publik memperoleh penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhum. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kami berharap kebenaran mengenai peristiwa ini segera terungkap,” katanya.

(marwan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *