Aceh  

PBA: Hormati Mualem sebagai Pemimpin Sah Aceh

Asatu Online, Banda Aceh— Lembaga Peumulia Bangsa Atjeh (PBA) mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan di Aceh untuk menghormati serta menjaga wibawa kepemimpinan Mualem sebagai Gubernur Aceh yang sah.

Ketua Umum PBA, Subki Mohammad Bintang, menegaskan bahwa kepemimpinan Mualem merupakan mandat rakyat yang diperoleh melalui proses demokratis dan konstitusional. Karena itu, menghormati Mualem bukan semata-mata soal menghormati sosok pribadi, tetapi juga menghargai pilihan dan kedaulatan rakyat Aceh.

Menurut Subki, stabilitas pemerintahan menjadi modal penting untuk memastikan program pembangunan berjalan dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kami meminta kepada semua elemen masyarakat: mari kita hormati kepemimpinan Mualem. Perbedaan pandangan boleh ada, kritik yang membangun juga sangat diperlukan. Tetapi jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk meruntuhkan wibawa kepemimpinan yang sah, apalagi melalui cara-cara yang tidak konstitusional,” ujar Subki Mohammad Bintang, Kamis (20/8/2026).

Ia mengingatkan, jika pemerintahan terus-menerus diganggu oleh konflik dan upaya-upaya yang dapat mengganggu stabilitas kepemimpinan, dampaknya bukan hanya kepada pemerintah, tetapi langsung dirasakan masyarakat.

“Yang paling dirugikan ketika pemerintahan tidak stabil adalah rakyat,” tegasnya.

PBA juga mendorong seluruh pihak yang memiliki keberatan, kritik maupun koreksi terhadap kebijakan pemerintah agar menempuh mekanisme yang tersedia. Dialog, musyawarah, komunikasi politik yang santun serta jalur konstitusional dinilai jauh lebih produktif dibandingkan tindakan yang berpotensi memecah persatuan masyarakat Aceh.

Subki menilai Aceh membutuhkan suasana yang kondusif agar energi pemerintah dan masyarakat dapat diarahkan untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Mari kita dukung dan doakan kepemimpinan Mualem agar senantiasa diberikan kekuatan dan kebijaksanaan dalam memimpin Aceh. Kalau ada yang perlu diperbaiki, mari kita perbaiki bersama. Keutuhan, kedamaian dan kemajuan Aceh adalah tanggung jawab kita semua,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *