Foto bersama Pengurus REL MBG Pusat di Hotel Bidakara, Sabtu (8/8/2026).
Jakarta, Asatu Online – Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong (Rel MBG) resmi mengukuhkan jajaran pengurus nasional dalam Silaturahmi Nasional Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong di Hotel Bidakara, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8/2026).
Pengukuhan tersebut menjadi momentum konsolidasi relawan dari berbagai daerah untuk memperkuat semangat gotong royong sekaligus mengawal program-program pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dewan Pembina Rel MBG, M. Qodari, hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Qodari diketahui menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah.
Sementara itu, Ketua Umum Rel MBG Roy Marjuk dalam sambutannya menegaskan bahwa pengurus yang telah dikukuhkan harus mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan memiliki jiwa sosial.
Roy mengingatkan agar para relawan tidak merasa paling baik atau paling berjasa. Menurutnya, keberadaan Rel MBG harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan pernah merasa bahwa kita paling baik dan paling bermanfaat. Setelah pengukuhan ini, saya ingin pengurus Rel MBG menjadi orang-orang yang bertanggung jawab dan berjiwa sosial,” tegas Roy.
Menurut dia, amanah sebagai relawan bukan sekadar jabatan organisasi. Lebih dari itu, relawan harus menjadi telinga masyarakat untuk mendengar berbagai persoalan yang terjadi di seluruh Indonesia.
“Relawan Masyarakat Bersatu Gotong Royong. Kita boleh berbeda daerah, berbeda pulau, tetapi ketika bicara Indonesia, kita punya satu Merah Putih, satu bendera. Indonesia bukan milik satu kelompok, tetapi milik kita semua,” ujarnya.
Roy juga meminta seluruh jajaran Rel MBG bergerak dengan sepenuh hati. Ia menilai semangat tersebut merupakan inti dari gotong royong yang menjadi landasan organisasi.
“Ketika negara membutuhkan, kita harus berdiri di depan demi negara,” katanya.
Garda Terdepan Program MBG
Roy menegaskan Rel MBG akan mengambil peran sebagai bagian dari masyarakat yang ikut mengawal keberhasilan pembangunan, terutama yang menyentuh kepentingan anak-anak bangsa.
Ia mengatakan, relawan harus mampu membedakan antara mendukung dan membenarkan semua hal.
“Yang baik kita dukung, yang kurang baik kita luruskan,” tegasnya.
Menurut Roy, sikap kritis tetap diperlukan agar setiap program pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan tidak berhenti hanya pada slogan.
Rel MBG, lanjut dia, harus hadir sebagai organisasi sosial yang bekerja berdasarkan kepentingan rakyat, bukan kepentingan kelompok tertentu.
“NKRI harga mati. Karena kita relawan, kita tidak bertanya apa yang dapat saya berikan kepada rakyat. Justru kita harus bertanya apa yang dapat kita berikan untuk rakyat,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi prinsip yang tidak boleh ditawar.
Siap Kawal Program Makan Bergizi Gratis
Dalam kegiatan yang dihadiri sekitar 350 peserta tersebut, jajaran DPW Rel MBG dari berbagai wilayah Indonesia turut hadir bersama tokoh masyarakat dan sejumlah perwakilan pemerintah.
Rel MBG menyatakan siap memperkuat sinergi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan instansi terkait dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Selain mendukung pelaksanaan program, Rel MBG juga mendorong agar pengawasan di lapangan dilakukan secara serius, termasuk menyangkut kualitas makanan, keamanan pangan, ketepatan sasaran, serta transparansi.
Roy menegaskan, program MBG harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Kami berkomitmen mengutamakan prinsip gotong royong dan menjaga kepercayaan masyarakat. Selain membantu pelaksanaan program, kami juga akan menyosialisasikan pentingnya gizi seimbang dan menjembatani aspirasi masyarakat yang membutuhkan perhatian,” kata Roy.
Ia juga menyoroti pentingnya perlindungan dan kesejahteraan para relawan serta pekerja dapur yang terlibat dalam pelaksanaan program.
Di sisi lain, Rel MBG mendorong pemanfaatan bahan pangan dari petani dan pelaku usaha lokal sehingga program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat di daerah.
Roy kembali mengingatkan seluruh jajaran agar tidak membawa kepentingan kelompok ke dalam organisasi.
“Jauhkan organisasi dari kepentingan kelompok tertentu. Fokus kita hanya satu, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi penerima manfaat di seluruh pelosok negeri,” pungkasnya. (wah)














