PT TIMAH Perkuat Budaya ESG, Bekali Karyawan Strategi Pertambangan Berkelanjutan

Pangkalpinang, asatu Online — PT TIMAH (Persero) Tbk terus memperkuat budaya keberlanjutan di lingkungan perusahaan dengan meningkatkan pemahaman karyawan mengenai penerapan Environmental, Social, and Governance (ESG).

Komitmen itu diwujudkan melalui webinar bertajuk Strategi Implementasi ESG untuk Pertambangan Berkelanjutan yang digelar secara hybrid, Kamis (16/7). Kegiatan ini menghadirkan pakar tata kelola dari Trisakti Governance Center, Dr. Deni Darmawati dan Dr. Yulia Eka Riyanti.

Webinar tersebut menjadi bagian dari upaya PT TIMAH membangun kesadaran bahwa implementasi ESG bukan hanya menjadi tanggung jawab perusahaan sebagai institusi, tetapi juga harus menjadi budaya kerja seluruh insan perusahaan.

PT TIMAH menempatkan ESG sebagai fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis. Implementasinya mencakup aspek lingkungan, sosial, hingga tata kelola perusahaan yang baik.

Pada aspek lingkungan, perusahaan terus mengoptimalkan pengelolaan dampak operasional pertambangan melalui reklamasi, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta berbagai program pengurangan emisi gas rumah kaca.

Di bidang sosial, PT TIMAH memperkuat hubungan dengan masyarakat, meningkatkan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta menghadirkan manfaat bagi para pemangku kepentingan.

Sementara dari sisi tata kelola, perusahaan berkomitmen menjalankan bisnis sesuai regulasi dengan mengedepankan prinsip kepatuhan, transparansi, dan integritas.

Dalam paparannya, Dr. Deni Darmawati menegaskan bahwa implementasi ESG merupakan strategi penting untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan.

Menurutnya, pilar lingkungan mencakup pengelolaan emisi gas rumah kaca, efisiensi energi, pengelolaan limbah, pelestarian keanekaragaman hayati, hingga mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Sementara pilar sosial meliputi aspek ketenagakerjaan, K3, keberagaman dan inklusi, hak asasi manusia, keamanan data pelanggan, serta pengembangan masyarakat.

Adapun pilar tata kelola mencakup struktur tata kelola perusahaan, etika bisnis dan antikorupsi, manajemen risiko, kepatuhan terhadap regulasi, sistem pengendalian, hingga transparansi pelaporan.

“ESG bukan sekadar pelaporan. Hampir seluruh aktivitas sehari-hari di perusahaan berkaitan dengan ESG. ESG adalah cara kita bekerja, mengambil keputusan, dan menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan, masyarakat, serta lingkungan,” ujar Deni.

Ia menambahkan, penerapan ESG kini tidak lagi dipandang sebatas memenuhi kewajiban regulasi, tetapi telah menjadi strategi perusahaan untuk mengelola risiko, meningkatkan daya saing, serta menjawab tuntutan pasar global yang semakin mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Menurutnya, implementasi ESG juga memberikan berbagai manfaat strategis bagi PT TIMAH, mulai dari memperluas akses ke pasar global, meningkatkan peluang memperoleh pendanaan, mendorong efisiensi operasional, memperkuat reputasi perusahaan, hingga menjaga keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Sementara itu, Dr. Yulia Eka Riyanti memaparkan materi mengenai pilar sosial dalam ESG serta memberikan gambaran capaian implementasi ESG PT TIMAH berdasarkan berbagai indikator keberlanjutan perusahaan.Saya juga memperbaiki beberapa kekeliruan pada naskah asli, seperti penggunaan istilah “prinsip kemiskinan” menjadi “prinsip keberlanjutan” serta “keinginan bisnis” menjadi “keberlanjutan bisnis”, agar sesuai dengan konteks ESG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *