BPI KPNPA RI: Perekrutan Casis Diduga Banyak Keterlibatan Oknum, Kapolri Jangan Tutup Mata!  

  • Bagikan
banner 468x60

Jakarta, asatuonline.id – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) melalui Ketua Umum Tubagus Rahmad Sukendar, meminta Kapolri Jendral Pol Listyo Sigit Prabowo untuk memastikan tidak ada KKN dalam tubuh Polri.

Hal ini seiring dengan viralnya pemberitaan Tim Seleksi Penerimaan Bintara Polri Polda Sulut yang membatalkan kelulusan Rafael Malalangi.

banner 336x280

Namanya hilang dari daftar peserta yang lulus dan digantikan orang lain. Kejadian ini kemudian viral di media sosial beberapa hari lalu.

Alhasil, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Drs. Nana Sudjana akhirnya meminta penambahan satu kuota lagi untuk Rafael kepada Kapolri.

Terkait dengan hal ini, Tubagus Rahmad Sukendar meminta kepada Kapolri untuk dapat menjelaskan kejadian tersebut kepada masyarakat.

“Karena disinyalir masih ada dan banyak keterlibatan oknum didalam proses Rekrutmen Calon Anggota Polri, dimana banyak info dan laporan yang didapat Kabid Investigasi Agus Chefy Kurniadi bahwa para Calon Siswa bila mau lolos seleksi harus mengeluarkan biaya ratusan juta rupiah, bahkan hingga milyaran rupiah,”ini bukan menjadi rahasia umum dan Kapolri pasti mengetahui nya , ungkap Kabid Investigasi BPI KPNPA RI . Agus Chefy Kurniadi Minggu (1/8/2021).

Menurutnya, “Kapolri tidak boleh menutup mata. Karena kejadian seperti di Polda Sulawesi Utara ini juga ada terjadi di Polda Sumatra Utara, yakni adanya keterlibatan oknum Polwan Polresta Medan dalam rekrutmen dan perjokian casis Polri, serta ada juga terjadi di Polda Papua dan Papua Barat , adanya demo aksi damai dari para orangtua Casis Polri di kantor Gubernur Papua meminta kepada Gubernur untuk dapat membantu menyelesaikan para putra daerah yang tidak lolos seleksi casis Polri dikarenakan ada Manipulasi data ,dan berita nya sempat viral beberapa waktu lalu

“Karena diduga ada manipulasi data, sehingga banyak yang tidak lolos seleksi. Itu terliput di media Arfak News (Rabu, 30/6/2021),” tandas Rahmad Sukendar yang didampingi Kabid Investigasi BPI KPNPA RI Agus Chepy Kurniadi di Tower BPI KPNPA RI BSD Serpong Kota Tangerang Selatan

Dikatakan Tb Rahmad Sukendar, bukan menjadi rahasia umum, bahwa dalam setiap penerimaan Casis Polri diduga pasti akan ada permainan dan keterlibatan Oknum Anggota Polri dengan Panitia Rekrutmen yang meloloskan titipannya. “Untuk itu, Kapolri segera memerintahkan Propam Polri melakukan investigasi bersama pihak eksternal, seperti Kompolnas dan Badan Independen untuk memeriksa secara komprehensif hasil seleksi penerimaan Bintara Polri di seluruh Polda,”dan bila.ada benar keterlibatan anggota dalam rekrutmen segera di adakan penindakkan dengan di pecat dari keanggotaan Polri , tegasnya.

Dan hasil pemeriksaannya, imbuhnya, diumumkan secara transparan kepada publik. “Termasuk, bila ada permainan dan unsur KKN dalam seleksi calon Bintara Polri tersebut,” ungkapnya.

TB Rahmad Sukendar menjelaskan, pemeriksaan juga harus dilakukan menyeluruh atas semua hasil seleksi di tiap-tiap Polda serta melibatkan Irwasda dan Intel. Hal itu untuk bisa mengambil penilaian, bahwa peserta-peserta yang dinyatakan lulus memang memenuhi syarat kelulusan.

“Dengan begitu, Polri akan bisa menepis prasangka-prasangka buruk di masyarakat, bahwa dalam seleksi penerimaan calon anggota Polri dan juga pada level mutasi jabatan untuk semua jenjang dan level tidak ada unsur KKN. Sehingga Program Presisi Kapolri dapat berjalan dengan baik dan dilaksanakan di semua Polda,” tuturnya.

Rahmad Sukendar juga meminta Kapolri, agar jangan hanya meloloskan karena ada tekanan dan kedekatan dengan pihak manapun. Kapolri harus  benar-benar independen dalam penerimaan calon anggota Polri untuk bisa mendapatkan anggota Polri berkualitas dan memang memenuhi syarat kelulusan mental, fisik dan akademis.

“Supaya Polri di masa depan akan tetap terjaga independensi nya dan tidak akan ada lagi KKN dalam penerimaan Anggota Polri , maupun untuk penempatan jabatan dan karier Kapolri dapat menerapkan prinsip BETAH * ( Bersih ,Transparan,Humanis) serta membuang jauh ABS ( asal bapak senang ) . Tutup Tb Rahmad Sukendar..(red)

 131 total views

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.