Purbaya Yudhi Sadewa (Foto : Istimewa)
Jakarta, Asatu Online — Purbaya Yudhi Sadewa meninggalkan kursi Menteri Keuangan setelah sekitar setahun menjabat. Presiden Prabowo Subianto menggantinya dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara pada Senin, 14 September 2026.
Pergantian itu diumumkan secara mendadak ketika Purbaya masih menjalankan agenda resmi. Pada hari yang sama, ia menghadiri rapat kerja dengan Komite IV DPD RI dan memaparkan sejumlah kebijakan fiskal pemerintah.
Purbaya dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Pergantian kembali terjadi sebelum genap satu tahun masa jabatannya.
Dari Teknik ITB ke Kursi Bendahara Negara
Purbaya lahir di Bogor pada 7 Juli 1964. Ia menempuh pendidikan teknik di Institut Teknologi Bandung, lalu melanjutkan studi ekonomi di Purdue University, Amerika Serikat, hingga meraih gelar doktor.
Kariernya bersinggungan dengan sektor keuangan dan pemerintahan. Ia pernah menjadi Direktur Utama Danareksa Sekuritas, Deputi III Kantor Staf Presiden, Deputi Bidang Kedaulatan Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, serta Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan periode 2020-2025.
Pengalaman itu membawanya ke kursi Menteri Keuangan pada September 2025.
Kebijakan dan Perombakan Pejabat
Selama menjabat, Purbaya mengambil sejumlah kebijakan yang menjadi perhatian publik, termasuk penempatan dana pemerintah Rp200 triliun di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara atau Himbara. Kebijakan tersebut ditujukan untuk memperkuat likuiditas perbankan dan mendorong aktivitas ekonomi.
Ia juga dikenal terbuka menyampaikan pandangan mengenai belanja kementerian, proyek Kereta Cepat Whoosh, serta pengelolaan investasi negara melalui Danantara.
Di internal Kementerian Keuangan, Purbaya melakukan perombakan pejabat di sejumlah level, terutama di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Pada 10 September 2026, atau empat hari sebelum pergantian menteri, perubahan jabatan mencakup pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Fungsional, hingga pejabat pada unit organisasi noneselon. Saat itu, Purbaya menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya membuat Kementerian Keuangan lebih adaptif dan semakin baik.
Beberapa hari kemudian, ia dicopot dari jabatannya.
Pernyataan Purbaya dan Sikap Istana
Seusai serah terima jabatan Menteri Keuangan di Jakarta, Selasa, 15 September 2026, Purbaya ditanya apakah perombakan pejabat tersebut berkaitan dengan pergantiannya.
“Sebagian ada,” kata Purbaya.
Ketika kembali ditanya apakah perombakan itu menjadi salah satu alasan dirinya diganti, ia menjawab, “Sebagian iya.”
Purbaya tidak menjelaskan bagian mana dari perombakan tersebut yang menjadi pertimbangan Presiden. Ia juga menegaskan bahwa keputusan mengganti menteri merupakan kewenangan Presiden.
“Itu kan hak prerogatif Presiden, kita ikuti saja,” ujar Purbaya.
Saat ditanya apakah pencopotannya berkaitan dengan kebijakan yang diambil selama menjabat, Purbaya mengatakan kebijakannya mengikuti arahan Presiden Prabowo.
“Kebijakan kita yang ikutin semua kebijakan Presiden, aman lah itu,” katanya.
Pernyataan tersebut tidak menunjukkan adanya perbedaan kebijakan antara Purbaya dan Presiden sebagai penyebab pergantian.
Istana kemudian menegaskan bahwa menteri dan wakil menteri harus siap diganti sewaktu-waktu. Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto juga membantah bahwa pencopotan Purbaya semata-mata disebabkan perombakan pejabat di Kementerian Keuangan.
Dengan demikian, Purbaya menyebut perombakan pejabat sebagian berkaitan dengan pergantiannya, sedangkan Istana menegaskan kewenangan Presiden dan tidak mengakui reshuffle pejabat sebagai alasan resmi pencopotan.
Di luar pernyataan resmi, laporan Reuters yang mengutip tiga sumber pemerintah menyebut pergantian Purbaya berkaitan dengan konflik internal mengenai perombakan besar-besaran pejabat di Kementerian Keuangan. Reuters juga melaporkan adanya ketegangan dengan sejumlah pejabat tinggi kementerian.
Informasi tersebut masih merupakan laporan berbasis sumber dan belum menjadi penjelasan resmi pemerintah. Karena itu, dugaan konflik internal belum dapat disebut sebagai alasan pencopotan yang telah dikonfirmasi Istana.
Suahasil Mengambil Alih
Setelah Purbaya dicopot, Presiden Prabowo menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan. Sebelumnya, Suahasil menjabat Wakil Menteri Keuangan dan memiliki pengalaman panjang di bidang kebijakan fiskal.
Ia kini menghadapi tantangan menjaga kesinambungan pengelolaan APBN sekaligus memastikan koordinasi internal Kementerian Keuangan tetap berjalan.
Sejumlah pejabat yang dilantik Purbaya juga berpotensi mengalami perubahan. Purbaya mengatakan surat keputusan pejabat yang telah diterbitkannya semestinya masih berlaku, tetapi dapat diubah oleh menteri baru.
Laporan : Ilham
















