Tiga Bandara Ditutup, 459 Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau

Asatu Online, Jakarta — Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mengganggu operasional penerbangan. Tiga bandara utama ditutup sementara atau aerodrome closed berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) terbaru dari AirNav Indonesia.

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mencatat penutupan sementara tersebut berdampak terhadap 459 penerbangan hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 09.15 WIB.

Gangguan operasional itu mencakup penerbangan yang mengalami pembatalan maupun terdampak penutupan bandara. Kondisi tersebut membuat pengelola bandara dan maskapai harus melakukan penyesuaian operasional untuk melayani penumpang.

Corporate Secretary Group Head InJourney Airports, Arie Ahsanurrohim, mengatakan penyampaian informasi secara berkala kepada penumpang menjadi prioritas selama gangguan berlangsung.

“Kami juga mengimbau agar calon penumpang pesawat memantau informasi terbaru dari maskapai mengenai status penerbangan dan opsi yang tersedia,” kata Arie.

Service Recovery Diaktifkan

InJourney Airports mengaktifkan prosedur Service Recovery Action (SRA) di sejumlah bandara terdampak.

Di Bandara Soekarno-Hatta, langkah pemulihan layanan meliputi penyediaan makanan dan minuman ringan bagi penumpang terdampak, armada bus untuk mendukung mobilitas menuju hotel melalui koordinasi dengan maskapai, serta penyediaan area khusus di terminal.

Selain itu, personel dan fasilitas bandara di bawah InJourney Airports disiagakan sebagai lokasi pendaratan alternatif (alternate) maupun tempat parkir pesawat.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kesinambungan operasional penerbangan di tengah gangguan akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

InJourney Airports meminta calon penumpang terus memantau perkembangan penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara. (darman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *