Bangka, Asatu Online – Khitanan massal yang digelar PT TIMAH (Persero) Tbk dalam rangka Bulan Bakti HUT ke-50 disambut antusias masyarakat Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka. Sebanyak 84 anak mengikuti sunatan gratis yang berlangsung di Gedung Stania Belinyu, Selasa (28/7/2026).
Sejak pendaftaran dibuka, warga berbondong-bondong mendaftarkan anak mereka. Tingginya minat masyarakat menunjukkan program sosial bertema “Timah untuk Rakyat” ini benar-benar dinantikan.
Khitanan massal menjadi salah satu rangkaian Bulan Bakti HUT ke-50 PT TIMAH yang digelar di wilayah operasional perusahaan. Program ini merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam mendukung layanan kesehatan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.
Salah seorang peserta, Arkha (10), datang bersama ayahnya, Nurmansyah. Ia mengaku bersyukur karena putranya bisa mengikuti khitanan tanpa dipungut biaya.
“Alhamdulillah, kami merasa senang dan sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini,” ujar Nurmansyah.
Meski sempat tegang, Arkha mengaku tidak takut menjalani proses khitanan. Usai disunat, wajahnya justru tampak ceria karena mendapatkan pengalaman baru sekaligus membawa pulang suvenir dari panitia.
Hal serupa dirasakan Merlia, ibu dari Rifki (11). Ia mengaku sengaja menunggu program khitanan massal PT TIMAH karena biaya khitanan secara mandiri cukup besar.
“Saya memang menunggu kegiatan ini. Abangnya Rifki dulu juga pernah ikut khitanan massal PT TIMAH. Sangat membantu masyarakat,” katanya.
Rifki pun tampak gembira usai menjalani khitanan. Selain mendapatkan layanan kesehatan gratis, ia juga menerima suvenir yang membuatnya semakin bersemangat.
Sekretaris Kecamatan Belinyu, Agus Rafina, mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, antusiasme warga terlihat dari banyaknya peserta yang mendaftar sejak awal.
“Masyarakat sangat antusias. Anak-anak juga senang, apalagi mendapat suvenir. Walaupun tadi ada beberapa yang menangis karena ikut-ikutan melihat peserta lain menangis, secara keseluruhan kegiatan berjalan lancar,” ujarnya.
Agus berharap program sosial seperti khitanan massal dapat terus dilaksanakan PT TIMAH di Belinyu. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi antara perusahaan dan pemerintah daerah.
“Program seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap kegiatan sosial dan dukungan CSR PT TIMAH dapat terus berlanjut sebagai bentuk sinergi dengan pemerintah daerah,” tutupnya.[*]














