Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris (Foto : Ist)
Kota Jantho, Asatu Online – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar kembali menggulirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di 10 kecamatan sebagai langkah konkret menjaga stabilitas harga bahan pokok, mengendalikan inflasi, sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat.
Program yang dilaksanakan secara bertahap mulai 1 hingga 16 Juli 2026 itu merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan serta memastikan masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar.
Pelaksanaan GPM melibatkan sejumlah instansi, di antaranya Dinas Pangan Aceh Besar, Perum Bulog, dan Bank Indonesia, dengan menyediakan berbagai komoditas kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, bawang merah, hingga cabai.
Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris menegaskan, Gerakan Pangan Murah merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga pangan.
“Gerakan Pangan Murah ini adalah salah satu ikhtiar Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meringankan beban masyarakat. Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang terjangkau sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga,” ujar Muharram Idris, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, Pemkab Aceh Besar akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, Bulog, serta seluruh pemangku kepentingan agar distribusi pangan tetap lancar dan tidak terjadi lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.
“Kami berharap program ini benar-benar dirasakan manfaatnya, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan. Pemerintah akan terus hadir melalui berbagai kebijakan yang berpihak kepada kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Aceh Besar Aliyadi, mengatakan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dipusatkan di 10 kecamatan yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap bahan pokok maupun sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga.
Ia memastikan stok pangan yang disediakan di setiap lokasi mencukupi sehingga masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.
“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh mitra penyedia pangan agar pasokan tetap tersedia selama kegiatan berlangsung. Tujuan utama kami adalah menjaga keterjangkauan harga sekaligus memperkuat stabilitas pasokan pangan di Aceh Besar,” jelasnya.
Selain menyediakan bahan pangan murah, Dinas Pangan Aceh Besar juga menggandeng Bank Indonesia untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan sistem pembayaran digital QRIS serta perlindungan konsumen.
Melalui program tersebut, Pemkab Aceh Besar berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga, distribusi bahan pokok semakin lancar, dan masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga kebutuhan pokok. Gerakan Pangan Murah juga menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah sekaligus memperkuat ketahanan pangan secara berkelanjutan.
Jadwal Gerakan Pangan Murah
1 Juli 2026: Kecamatan Lhoong
2 Juli 2026: Kecamatan Leupung
3 Juli 2026: Kecamatan Darul Imarah
7 Juli 2026: Kecamatan Darul Kamal
8 Juli 2026: Kecamatan Simpang Tiga
9 Juli 2026: Kecamatan Krueng Barona Jaya
10 Juli 2026: Kecamatan Darussalam
14 Juli 2026: Kecamatan Baitussalam
15 Juli 2026: Kecamatan Ingin Jaya
16 Juli 2026: Kecamatan Kuta Malaka.
[Marwan]















