Aceh  

Pengukuhan Tgk Zulfa Saputra sebagai Imum Syiek Masjid Abu Indrapuri Dinilai Sejalan dengan Visi Bupati Aceh Besar

Aceh Besar, Asatu Online– Pengukuhan Tgk. Zulfa Saputra, SE sebagai Imum Syiek Masjid Besar Abu Indrapuri, Desa Sinyue, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, berlangsung khidmat pada Kamis (2/4/2026). Kegiatan ini dihadiri ratusan jamaah dan tokoh masyarakat, serta dinilai sejalan dengan visi dan misi Bupati Aceh Besar dalam memperkuat syiar Islam di daerah tersebut.

Pengukuhan yang digelar oleh masyarakat Indrapuri bersama tim Aswaja yang dimotori Ketua MWCNU Aceh, Tgk Muhammad Adli, diikuti sekitar 500 jamaah Salat Zuhur yang memadati Masjid Besar Abu Indrapuri.

Prosesi diawali dengan zikir dan selawat, kemudian dilanjutkan dengan adat tepung tawar (peusijuk) yang dipimpin Tgk Abi Mawardi Tanoh Abee, Tgk Abu Bukhari Lamteuba, Tgk Abu Hasan Tebang Phui Montasik, serta sejumlah ulama lainnya.

Bupati Aceh Besar yang diwakili Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar, Rusdi, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pengukuhan Imum Syiek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat syiar Islam di seluruh wilayah Aceh Besar.

“Visi dan misi Bupati Aceh Besar adalah mengembangkan syiar Islam di seluruh wilayah. Imam masjid harus menegakkan ajaran Ahlussunnah Waljamaah,” ujar Rusdi saat menyampaikan sambutan Bupati.

Ia menegaskan bahwa pengukuhan Tgk Zulfa Saputra telah melalui proses resmi dan diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) Bupati Aceh Besar, sehingga statusnya sah sebagai Imum Syiek Masjid Besar Abu Indrapuri.

“Apa yang telah kita saksikan bersama harus kita dukung sepenuhnya, karena pengukuhan ini sudah melalui SK Bupati dan sah secara administrasi,” tegasnya.

Setelah pengukuhan, Tgk Zulfa Saputra menyampaikan komitmennya untuk menghidupkan kembali pengajian Ahlussunnah Waljamaah dan kajian kitab kuning di Masjid Besar Abu Indrapuri.

“Insya Allah ke depan kita hidupkan kembali pengajian Ahlussunnah Waljamaah, kajian kitab kuning, zikir bersuara, selawat kepada Nabi Muhammad SAW, qunut Subuh, dan kegiatan syiar Islam lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Keuchik Birah Lhok Montasik, Tgk Rusdi, mengaku terharu dengan pengukuhan tersebut. Ia datang atas inisiatif sendiri untuk menyaksikan langsung momentum yang dinilainya bersejarah bagi masyarakat Indrapuri.

“Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi keributan kecil di masyarakat dan masjid ini menjadi tempat ibadah yang damai,” harapnya.

Sebelum prosesi pengukuhan dimulai, sempat terlihat sejumlah spanduk penolakan terhadap kebijakan Bupati terkait SK Imum Syiek Masjid Abu Indrapuri. Aparat keamanan juga tampak berjaga untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Meski sempat muncul dinamika di lapangan, proses pengukuhan berlangsung aman dan tertib hingga selesai.

Sejumlah ulama yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa masyarakat telah lama menginginkan pengelolaan masjid berjalan sesuai ajaran Ahlussunnah Waljamaah.

“Alhamdulillah hari ini harapan masyarakat tercapai. Ke depan kita berharap masjid ini menjadi pusat syiar Islam yang damai dan menyejukkan,” ungkap salah satu ulama.

Acara pengukuhan turut dihadiri Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Besar, para keuchik, pimpinan pesantren, ulama, serta tokoh masyarakat Aceh Besar.

Dengan pengukuhan Tgk Zulfa Saputra sebagai Imum Syiek, masyarakat berharap Masjid Besar Abu Indrapuri dapat kembali menjadi pusat penguatan ajaran Ahlussunnah Waljamaah dan menjaga persatuan umat di Indrapuri.**

Penulis : Marwan

Writer: A1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *