PT TIMAH Optimalkan Lahan Bekas Tambang di Badau untuk Pertanian Jagung

Belitung, Asatu Online — PT TIMAH Tbk terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan bekas tambang menjadi area pertanian produktif. Bersama Kelompok Tani Aik Jelutung Desa Badau dan Kelompok Danau Nujau Gantung, perusahaan berhasil menanam jagung di lahan reklamasi.

Program penanaman jagung yang dilaksanakan di Kawasan Perkebunan Terintegrasi, Desa Badau, Kecamatan Badau, Kabupaten Belitung ini merupakan upaya PT TIMAH Tbk dalam mengoptimalkan lahan pascatambang agar kembali memberikan nilai tambah ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat sekitar wilayah operasional.

Pemanfaatan lahan bekas tambang ini dilakukan melalui pendampingan intensif, mulai dari penyediaan sarana produksi pertanian, pengolahan lahan, proses penanaman, hingga masa panen.

Sebelumnya, kawasan tersebut juga telah dimanfaatkan untuk pengembangan pertanian nanas Badau bersama kelompok tani setempat.

Ketua Kelompok Tani Aik Jelutung Desa Badau, Suhari, mengatakan bahwa pada panen kali ini pihaknya berhasil memanen sebanyak 1,5 ton jagung.

“Potensi panen sebenarnya bisa lebih tinggi, namun sebagian tanaman mengalami kerusakan akibat angin puting beliung,” ujar Suhari.

Ia menjelaskan, sebelum penanaman dilakukan, kelompok tani terlebih dahulu mengelola lahan secara optimal. Pengalaman dalam membudidayakan nanas menjadi modal penting dalam mengolah lahan pascatambang tersebut.

“Penggunaan pupuk harus lebih banyak karena kondisi tanah pascatambang. Persiapan lahan kami lakukan sekitar tiga minggu sebelum tanam, mulai dari pembajakan hingga pemupukan,” jelasnya.

Ke depan, usai panen jagung, kelompok tani berencana mengembangkan tanaman cabai dengan pendampingan dari PT TIMAH Tbk yang akan bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB).

“Harapannya kerja sama ini dapat terus berlanjut agar kelompok tani kami bisa merasakan manfaat secara berkelanjutan untuk menunjang perekonomian,” katanya.

Camat Badau, Azhari, mengapresiasi langkah PT TIMAH Tbk yang melibatkan kelompok masyarakat dalam pengelolaan lahan bekas tambang. Menurutnya, program ini memberikan dampak positif, baik dari sisi ekonomi maupun edukasi masyarakat.

Ia berharap inisiatif ini terus berlanjut dan dikembangkan secara berkelanjutan untuk mengubah pola pikir masyarakat agar tidak selalu bergantung pada sektor pertambangan.

Azhari menambahkan, ke depan lahan tersebut direncanakan kembali dimanfaatkan untuk budidaya cabai dengan cakupan area yang lebih luas, yang dinilai berpotensi mendukung stabilitas harga pangan.

“Langkah ini tentu akan berdampak dalam menekan inflasi di wilayah Kabupaten Belitung,” ujarnya.

Program pemanfaatan lahan pascatambang ini juga sejalan dengan upaya penguatan ketahanan pangan yang diinisiasi PT TIMAH Tbk dan diharapkan dapat dimasifkan dengan melibatkan berbagai instansi terkait agar manfaatnya semakin luas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *