Pangkalpinang, Asatu Online— Menginjak usia ke-49 pada 2 Agustus 2025, PT Timah Tbk terus meneguhkan komitmennya sebagai pengelola sumber daya alam timah untuk mendukung pembangunan nasional. Sejak berdiri pada 1976, perusahaan pelat merah ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan bangsa dalam mengelola kekayaan alam demi kemakmuran rakyat.
Dengan mengusung tema “Untuk Merah Putih”, PT Timah memperkuat semangat nasionalisme dalam mengelola tambang timah yang berkelanjutan, bertanggung jawab, dan mendukung kedaulatan sumber daya Indonesia. Perusahaan menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga potensi timah agar memberi manfaat optimal bagi negara dan masyarakat.
Tak hanya berkontribusi besar terhadap devisa negara lewat ekspor, timah produksi PT Timah juga menjadi fondasi penting bagi industri strategis nasional seperti elektronik, konstruksi, hingga pertahanan. Meski menghadapi tantangan global, PT Timah terus bertransformasi melalui penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dan memperkuat tata kelola perusahaan.
Sebagai entitas usaha milik negara, PT Timah tak hanya menggali hasil bumi tetapi juga membangun masa depan berkelanjutan. Rehabilitasi lahan, transparansi, dan pelibatan masyarakat menjadi pondasi menuju perusahaan pertambangan timah kelas dunia.
Beroperasi di tiga provinsi—Bangka Belitung, Riau, dan Kepulauan Riau—PT Timah aktif menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Di antaranya melalui pendidikan, kesehatan, pengembangan UMKM, pelestarian lingkungan, hingga penguatan infrastruktur sosial.
Beragam kegiatan juga menyertai peringatan HUT ke-49, seperti Bakti Sosial, Khitanan Massal, Donor Darah, hingga Pekan Sehat dan turnamen olahraga antar karyawan.
Kontribusi PT Timah juga terlihat dari capaian pajak dan PNBP dalam lima tahun terakhir, dengan total mencapai triliunan rupiah. Sementara itu, realisasi program CSR dalam lima tahun terakhir pun konsisten menyentuh puluhan miliar rupiah per tahun.
Direktur PT Timah Tbk, Restu Widiyantoro menegaskan, “Di usia ke-49 ini, semangat kami tetap sama: mengelola timah untuk Indonesia. Kami akan terus memperkuat tata kelola, berinovasi, menjalankan hilirisasi, dan tumbuh bersama masyarakat dalam semangat Merah Putih.”
Ia menutup dengan penegasan bahwa amanah mengelola sumber daya alam harus sejalan dengan kepentingan negara, masyarakat, dan lingkungan. “Timah adalah logam masa depan untuk mendukung peradaban bangsa,” tutupnya.















