Caption : Kapal perpustakaan dan pameran buku MV Doulos Hope
Jakarta, Asatu Online — Ribuan buku internasional hadir di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, melalui kapal perpustakaan dan pameran buku MV Doulos Hope. Tak sekadar menjadi destinasi berburu buku, kehadiran kapal ini membawa misi penting: menumbuhkan minat baca dan membuka cakrawala pengetahuan generasi muda di tengah derasnya arus digitalisasi.
Kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok tersebut dijadwalkan melayani pengunjung hingga 11 Oktober 2026. Masyarakat berkesempatan menikmati pengalaman berbeda, mulai dari menjelajahi koleksi buku lintas negara hingga merasakan suasana perpustakaan terapung dengan nuansa internasional.
Di tengah tantangan membangun budaya literasi, MV Doulos Hope menawarkan pendekatan yang menarik. Buku tidak hanya diperkenalkan sebagai sumber pengetahuan, tetapi juga sebagai pintu menuju imajinasi, kreativitas, dan pemahaman terhadap dunia yang lebih luas.
Salah satu pengunjung yang merasakan pengalaman tersebut adalah Maher, pelajar sekolah dasar asal Cakung, Penggilingan, yang bersekolah di SDN 03 Pagi Bidara Cina, Kampung Melayu, Jakarta Timur.
Maher mengaku senang bisa mengunjungi kapal yang menghadirkan beragam buku dari berbagai negara itu. Koleksi buku cerita menjadi salah satu daya tarik yang membuatnya tertarik untuk membaca.
“Saya tertarik karena ada buku cerita Harry Potter. Saya hanya membeli satu buku dan sebuah gelang bertuliskan MV Doulos Hope,” ungkap Maher kepada Asatu Online, Jumat (9/10/2026)
Pengalaman sederhana Maher memperlihatkan bahwa menumbuhkan minat baca anak tidak selalu harus dimulai dari ruang kelas. Lingkungan yang menarik, pilihan bacaan yang beragam, serta pengalaman menyenangkan dapat menjadi pintu masuk untuk membangun kedekatan anak dengan buku.
Namun, tantangan literasi tidak berhenti pada keberhasilan menarik perhatian anak untuk membeli atau membaca sebuah buku. Persoalan yang lebih besar adalah bagaimana menjaga ketertarikan tersebut agar berkembang menjadi kebiasaan membaca dalam kehidupan sehari-hari.
Ribuan Judul Buku, dari Cerita Anak hingga Sains
MV Doulos Hope menghadirkan lebih dari 2.000 judul buku internasional dengan beragam kategori, mulai dari bacaan anak, fiksi, nonfiksi, sains, hingga bisnis.
Pengunjung juga dapat menemukan berbagai suvenir dan menikmati fasilitas kafe yang tersedia di atas kapal. Ragam koleksi tersebut memberikan kesempatan bagi pengunjung dari berbagai kelompok usia untuk menemukan bacaan sesuai minat masing-masing.
Kehadiran kapal buku internasional ini menjadi alternatif kegiatan edukatif bagi keluarga, khususnya orang tua yang ingin memperkenalkan dunia membaca kepada anak-anak melalui pengalaman yang berbeda.
Meski demikian, pameran buku semacam ini perlu menjadi bagian dari gerakan literasi yang lebih luas. Ketersediaan buku harus diikuti dengan kebiasaan membaca yang dibangun secara konsisten, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan masyarakat.
Dukungan orang tua dan tenaga pendidik menjadi penting agar ketertarikan anak terhadap buku tidak sekadar muncul ketika mengunjungi pameran, tetapi terus tumbuh setelah mereka kembali ke aktivitas sehari-hari.

Sebab, budaya membaca tidak terbentuk hanya karena buku tersedia. Budaya itu tumbuh ketika membaca menjadi kebutuhan, kebiasaan, dan bagian dari proses belajar sepanjang hayat.
Tiket Rp15.000, Anak dan Lansia Gratis
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, MV Doulos Hope dijadwalkan beroperasi pada 16 September hingga 11 Oktober 2026, setiap Selasa hingga Minggu, pukul 13.30–21.00 WIB.
Harga tiket masuk ditetapkan sebesar Rp15.000 per orang. Sementara itu, anak-anak berusia 12 tahun ke bawah dan lansia berusia 65 tahun ke atas dapat masuk secara gratis.
Lokasi check-in pengunjung berada di Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU). Dari lokasi tersebut, pengunjung menggunakan shuttle bus menuju kapal yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok.
Untuk transaksi di dalam kapal, pengunjung dapat menggunakan uang tunai atau kartu pembayaran internasional.
Masyarakat yang berencana berkunjung diimbau memperhatikan jadwal operasional dan ketentuan kunjungan yang berlaku sebelum datang ke lokasi.
Dari Jakarta Menuju Batam
Setelah menyelesaikan kunjungan di Jakarta, MV Doulos Hope dijadwalkan melanjutkan pelayaran ke Batam pada 16 Oktober hingga 1 November 2026. Selanjutnya, kapal tersebut direncanakan berlayar menuju Port Moresby, Papua Nugini.
Persinggahan di Jakarta menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat buku-buku internasional sekaligus merasakan pengalaman literasi di luar ruang belajar konvensional.
Lebih dari sekadar destinasi wisata edukasi, kehadiran MV Doulos Hope mengingatkan bahwa upaya membangun generasi berpengetahuan membutuhkan akses terhadap bacaan, lingkungan yang mendukung, serta kemauan untuk terus belajar.
Keberhasilan misi literasi tentu tidak cukup diukur dari jumlah pengunjung atau buku yang terjual. Ukuran yang lebih mendasar adalah tumbuhnya rasa ingin tahu, meluasnya wawasan, dan terbentuknya kebiasaan membaca yang bertahan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Maher, kunjungan ke kapal tersebut mungkin hanya menghasilkan satu buku cerita dan sebuah gelang kenang-kenangan. Namun, pengalaman kecil itu berpotensi menjadi awal dari perjalanan panjang mengenal dunia melalui buku.
Dari sebuah kapal yang singgah di Tanjung Priok, pesan penting kembali mengemuka: membangun budaya membaca bukan sekadar menghadirkan buku, melainkan menumbuhkan kecintaan terhadap pengetahuan sejak usia dini. (*)















