BPI KPNPA RI Sulsel akan Geruduk Polda Sulsel Minta Penanganan Tambang Ilegal di Lamuru Bone

  • Bagikan

Korwil BPI Sulsel bersama Jajaran (Foto : ist) 

Makassar, Asatu Online –BPI KPNPI RI Sulawesi Selatan bersiap untuk melakukan aksi damai di depan Mapolda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Tamalanrea, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Mereka menuntut penanganan serius terhadap kasus dugaan tambang ilegal yang marak beroperasi di Bone.

Amiruddin, Korwil BPI KPNPA RI Sulawesi Selatan, menyampaikan kepada wartawan bahwa dalam waktu dekat, BPI KPNPA RI Sulsel akan menghadap Polda Sulsel untuk menegaskan agar kepolisian tidak mengabaikan aktivitas tambang ilegal di Lamuru, Bone.

Amiruddin menekankan bahwa segala aktivitas pertambangan harus memiliki izin resmi. Namun, di Kecamatan Lamuru, Bone, terdapat kawasan tambang yang mencakup beberapa titik tambang ilegal yang terus beroperasi.

BPI KPNPA RI Sulsel menyoroti fakta bahwa pertambangan tersebut tidak dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Kegiatan pertambangan mineral dan batu bara ilegal tersebut berdampak negatif pada ekologi dan masyarakat Bone.

“Kehadiran tambang mineral dan batu bara ilegal merusak ekosistem di wilayah Bone, dengan menggali tanah yang pada akhirnya merugikan masyarakat,” ungkap Amiruddin kepada Asatu Online, Rabu (15/05).

BPI KPNPA RI menduga bahwa ada pihak kepolisian yang mendukung para penambang ilegal di Bone.

BPI KPNPA RI meminta Kapolda Sulsel untuk bertindak tegas terhadap para pelaku yang diduga terlibat dalam kegiatan tambang ilegal.

Hasil investigasi BPI KPNPA RI menunjukkan adanya dugaan bahwa ada oknum kepolisian yang terlibat dalam mendukung pertambangan ilegal. Kami mendesak Polres Bone untuk mengevaluasi kinerjanya. BPI.KPNPA RI menuntut penegakan hukum yang tegas dari Kepolisian.

Amiruddin juga menyatakan bahwa pihaknya akan berdiskusi dengan pihak kepolisian, termasuk Polda Sulsel, dan meminta pembentukan tim khusus untuk menyelidiki lokasi pertambangan ilegal tersebut.

“Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan harus segera membentuk tim khusus untuk menyelidiki lokasi pertambangan ilegal di Bone,” tegas Amiruddin.

Amiruddin menutup pernyataannya dengan memperingatkan bahwa jika tidak ada penanganan serius terhadap pertambangan ilegal di Bone, akan semakin merajalela dan merusak ekosistem yang ada. (***)

Loading

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *